Grahadi

Beranda Grahadi

BPSDMP Imbau Kampus di Bawah Kemenhub Harus Wujudkan Zero Violence dalam Pendidikan

BPSDMP Kementerian Perhubungan berkomitmen hapus tindakan kekerasan di lingkungan kampus di bawah naungan Kemenhub.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: irwan sy
fatimatuz zahro/surya.co.id
Kepala BPSDMP Djoko Sasono saat turun langsung di Kampus Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya, Senin (31/7/2023). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan berkomitmen hapus tindakan kekerasan atau zero violence di lingkungan kampus di bawah naungan Kemenhub.

Upaya ini terus disosialisasikan kepada para taruna/taruni dan civitas akademika yang ada di kampus/sekolah tinggi perhubungan (darat, laut, udara) se-Indonesia.

Hal itu sebagaimana disampaikan Kepala BPSDMP Djoko Sasono saat turun langsung di Kampus Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya, Senin (31/7/2023).

Ia hadir langsung untuk memberikan pengarahan kepada taruna/taruni untuk memastikan komitmen mereka sepakat hapus tindakan kekerasan dalam bentuk apapun.

Di tempat ini, Djoko Sasono sekaligus mengumpulkan manajemen dan taruna/taruni dari beberapa kampus, mulai dari Poltekbang Surabaya, Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya dan Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh.

Dihadiri lebih dari 700 taruna/taruni dan pihak manajemen kampus, Djoko membuka pengarahan dengan mengingatkan pentingnya kasih sayang yang didapatkan setiap individu sejak kecil hingga tumbuh dewasa seperti sekarang, terutama kasih sayang yang berasal dari keluarga masing-masing.

“Saya yakin kita semua lahir dengan rasa cinta dan dibesarkan dengan kasih sayang. Ibu kita, ayah kita ingin kita tumbuh dengan kasih sayang. Saya ingin kita semua menghargai kepercayaan orang tua kalian, bahwa kalian masuk disini, dengan menjadi taruna/taruni disini kan modalnya rasa percaya yang diberikan oleh orangtua. Kekerasan tidak boleh lagi ada di kampus-kampus BPSDM Perhubungan, sepakat?” ujar Djoko.

Tindakan kekerasan, lanjut Djoko, tidak ada manfaatnya.

Terlebih dilakukan di lingkungan kampus. Bahkan ia menegaskan bahwa kekerasan adalah sesuatu yang tidak beradab.

Saat ini di setiap kampus juga sudah punya peraturan-peraturan untuk melarang kekerasan di dunia pendidikan.

“Kekerasan justru melahirkan kebencian, dendam dan segala macam hal buruk. Maka, stop kekerasan, budayakan zero violence. Dengan rasa kasih sayang kita wujudkan prestasi,” pesan dia.

Bentuk keseriusan membudayakan zero violence juga ditunjukkan dengan adanya penandatanganan Komitmen Bersama Pendidikan dan Pengasuhan Menyatakan Terus Menjaga Kampus Humanis yang Menerapkan Stop Kekerasan.

Kali ini yang melakukan penandatanganan komitmen tersebut adalah Civitas Akademika dari Poltekpel Surabaya, mulai dari Direktur Poltekpel Surabaya, perwakilan dosen, perwakilan pegawai, perwakilan pengasuh dan perwakilan taruna.

Sementara itu, Direktur Poltekbang Surabaya Agus Pramuka juga mengapresiasi upaya gencarnya sosialisasi dan komitmen dari Kepala BPSDMP Djoko Sasono untuk menciptakan zero violence di lingkungan kampus/sekolah tinggi perhubungan.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya yang telah mengingatkan kepada kami semua. Kami juga Poltekbang Surabaya pengasuh terus mengingatkan kepada taruna/taruni kita agar bersikap dewasa dan menghindari cara-cara kekerasan. Kampus kita bukan militer, kita menegakkan disiplin tapi tidak memakai cara-cara kekerasan,” tutupnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved