ibadah haji 2023

Bukti Ramah Jamaah Lansia, PPIH Sediakan Bubur Cinta Untuk Dikonsumsi Lansia

Fajri mengungkapkan, bubur cinta lansia ini diharapkan menjadi pendorong semangat jamaah yang sakit khususnya lansia

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Deddy Humana
surya/galih lintartika
Para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan bubur untuk para lansia. 

SURYA.CO.ID, MAKKAH - Berbagai upaya dilakukan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1444 Hijriyah untuk memberikan layanan maksimal kepada lansia. Salah satunya, inovasi menyajikan menu aman dikonsumsi jamaah lansia seperti bubur ayam.

Kreasi makanan yang diberi nama "Bubur Cinta Lansia' ini dilakukan petugas Haji Sektor 1 Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi menjelang puncak Haji Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna)

"Kami berpikir perlu ada asupan buat jamaah lansia terutama yang kelelahan dan sakit," kata Koordinator Layanan Lansia Sektor 2 Daker Makkah PPIH Aran Saudi, Fajri Al Arobi ditemui di Hotel Arkan Bakat 102 di Makkah, Minggu (25/6/2023).

Fajri mengungkapkan, bubur cinta lansia ini diharapkan menjadi pendorong semangat jamaah yang sakit khususnya lansia sehingga lebih cepat sembuh menjelang Armina.

"Kami sediakan sekitar 160 porsi per hari, layanan ini kami siapkan dalam 3-4 hari terakhir, apalagi ini jelang puncak haji, perlu asupan makanan bagi jamaah lansia," jelas Fajri kepada Wartawan SURYA, GALIH LINTARTIKA di Makkah.

Dia mengatakan inisiatif memasak bubur merupakan salah satu upaya menyukseskan Program Haji Ramah Lansia yang menjadi tema besar tahun ini. "Di sektor satu ada 22.841 jamaah ldan sekitar 6.300-an lansia. Ada lansia yang memang masih bisa makan katering dan ada yang membutuhkan bubur," kata Fajri.

Dalam sehari, petugas sektor memasak bubur satu kali pada waktu sore hari dan begitu sudah siap langsung dikemas dalam mangkok plastik untuk didistribusikan langsung ke kamar jamaah.

Fajri mengaku juga melakukan koordinasi dengan tim kesehatan, sehingga bubur tidak hanya didistribusikan ke peserta haji secara door to door ke kamar jamaah, tetapi juga didistribusikan untuk mereka yang sakit.

"Beberapa hari terakhir ada dorongan jamaah haji dari Madinah, saat itu banyak yang kelelahan, perhatian kami pada jamaah yang dirujuk di klinik satelit, ada aemaah yang belum sempat terkena makanan layak, bubur ini menjadi solusi, " kata Fajri.

Ia juga mengungkapkan penamaan bubur cinta lansia. "Karena kami membuatnya dengan penuh cinta, bubur ini pun kami beri nama bubur cinta lansia," kata Fajri.

Abdul Latif, jamaah asal Kabupaten Bogor yang berusia 98 tahun mengaku buburnya enak dan selalu dimakan begitu mendapatkan kiriman dari petugas. "Enak," kata Abdul Latif saat menyuap bubur yang baru dibagikan petugas dan diamini istrinya, Saomah yang berusia 89 tahun.

Sebagai gambaran, jamaah haji mulai bergerak ke Arafah dengan bus dari hotel di Makkah untuk melakukan wukuf pada Senin 8 Dzulhijjah atau 26 Juni 2023. Mereka tidak mendapatkan sarapan pagi, tetapi tetap mendapat makan siang dan makan malam. Pada 9 Dzulhijjah (27 Juni) bertepatan dengan wukuf, jamaah mendapatkan tiga kali makan. *****

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved