SOSOK Ketua RT Pluit yang Dapat Dukungan Warganet Lawan Pemilik Toko Nakal, Berjuang Sejak 2019

Inilah sosok Ketua RT Pluit yang mendaoat dukungan dari warganet untuk melawan pemilik toko nakal yang sudah menyalahi aturan di kawasan Pluit.

Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas | Editor: Musahadah
Kolase Surya.co.id
Ketua RT Pluit Riyang Prasetya tuai banyak pujian dan dukungan dari warganet untuk membongkar puluhan ruko yang melanggar faislitas umum. 

"Punya Ketua RT tegas dan bener kok malah didemo. Aneh, pendemo bayaran nih," kata netizen.

"Yang demo karyawan nya semua KTP bukan orang situ itu," ujar netizen lainnya.

"Saya dibelakangmu Pak RT, abaikan pendemo," kata warganet.

"SAYA DUKUNG PAK RT.. APA IYA APA2 HARUS VIRAL DULU..BARU MEREKA PADA SADAR.." ujar warganet lainnya.

"LU YANG SALAH LU YANG MARAH…. Yang demo warga sekitar atau warga nasibungkus???," timpal netizen.

Baca juga: Kerahkan 200 Personel Untuk Bongkar Ruko Caplok Bahu Jalan di Pluit, Ini Sosok Kasatpol PP Arifin

Ketua RT Pluit soal Pembongkaran: Ini Naluri Kebangsaan

Riang mengatakan, tindak lanjut pemerintah dengan pembongkaran puluhan ruko yang melanggar tersebut sejatinya soal naluri kebangsaan.

Kata Riang, ini bukan soal perasaan pribadinya.

"Ini bukan soal bagaimana perasaan saya, saya cuma merasa bahwa Indonesia ini masih ada naluri kebangsaan, karena kalau seandainya pejabat sudah memiliki naluri kebangsaan, dia akan lebih berani bertindak," kata Riang di kantornya, Kamis (25/5/2023).

Setelah akhirnya Pemprov DKI Jakarta bertindak melakukan penertiban, Riang memberikan apresiasi sebesar-besarnya.

Menurut dia, ketika pemerintah sudah berani bertindak terhadap para pelanggar, ini menggambarkan hadirnya naluri kebangsaan.

"Ini gambaran pejabat-pejabat kita yang memiliki naluri kebangsaan yang baik," katanya.

Dirinya pun tak kecil hati meskipun banyak penolakan dari para pemilik ruko, yang terakhir bahkan adanya demo dari para pegawai.

"Kalo niat baik kita tidak diterima beberapa orang, kita jangan kecil hati," ucapnya.

"Yang penting satu, perjuangan saya itu dari tahun 2019, meskipun pada tahun 2019, 2020, sampai 2022 akhir tidak ada tanggapan, pada akhirnya ditindaklanjuti pemerintah," tutup dia.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved