Khutbah Idul Fitri KH Uzairon Thoifur Abdillah Lengkap Teks Arab
Berikut contoh teks Khutbah Idul Fitri KH Uzairon Thoifur Abdillah, dengan tema Memetik Hikmah Idul Fitri.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi
Dan jangan kita takut dengan kesusahan-kesusahan yang disebabkan karena agama. Karena sebetulnya di belakangnya adalah kegembiraan yang tidak ada habisnya selama-lamanya.
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt.
Kita niatkan hari ini adalah hari permulaan hidup kita. Hidup hanya untuk taat kepada Allah Swt saja, untuk ingat kepada Allah Swt saja, untuk tunduk kepada Allah Swt saja. Senantiasa memandang negeri akherat slang dan malam. Negeri yang telah dijanjikan oleh Allah Swt kepada diri kita. Negeri yang pasti kita akan datang ke sana.
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt.
Jangan sampai kita tergiur dengan keadaan-keadaan di dunia ini. Baik yang menyusahkan maupun yang menggembirakan. Karena dunia ini tidak akan lama, sebentar saja.
Janganlah dunia ini mengikat otak kita, mengikat hati kita. Sehingga siang dan malam kita diikat dengan kegembiraan dan kegelisahan sebab dunia ini. Sedangkan surga sedang dihias besar-besaran. Malaikat-malaikat telah menyambut di pintu- pintu surga. Siapa yang akan disambut? Ya kita-kita ini, orang-orang yang beriman. Akan tetapi kita malah sibuk dengan perkara-perkara lainnya. Alangkah ruginya...
لاَ يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُواْ فِي الْبِلاَد مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُ [آل عمران : ١٩٦-١٩٧]
"Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam. Dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya." (QS. Ali Imran: 196-197]
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt. Janganlah melihat orang-orang kafir, akan tetapi lihatlah Rasulullah Saw, para Shahabat dan orang-orang sholeh. Melihat orang yang terjungkir ke dalam sumur, kalau kita tidak hati-hati, ditakutkan kita akan terjungkir pula. Melihat orang kafir, kalau kita tidak hati-hati, ditakutkan kita terpedaya dengan mereka.
Lihatlah orang-orang yang selamat supaya kita menjadi orang-orang yang selamat. Lihatlah kekasih-kekasih Allah supaya kita menjadi kekasih-kekasih Allah.
الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبُّ
"Seseorang akan dikumpulkan (nanti di hari kiamat) bersama dengan orang-orang yang dia cintai."
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt.
Orang yang mencintai Allah, mencintai Rasul-Nya, mencintai para Shahabat dan mencintai orang-orang shaleh, dia tidak akan rugi selama-lamanya. Akan tetapi kalau orang itu kecintaannya kepada perkara-perkara yang lain, maka musibah yang besar akan dia hadapi.
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt.
Inilah hari raya Idul Fitri. Makna 'Id itu adalah kembali. Kembali merasa bahwa kita ini adalah hamba Allah. Kembali merasa bahwa kita ini betul-betul dalam perjalanan menuju akherat. Kembali betul-betul merasa bahwa kita ini punya pimpinan, yaitu Yang Mulia Baginda Nabi Agung Muhammad Saw. Kembalilah kita ke jalan yang aslinya, jalannya para Nabi dan para Rasul.
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ [الفاتحة : 7]
Itulah yang kita minta setiap kita shalat.
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt. Janganlah kita resah karena sedikitnya teman. Karena di dalam neraka lebih resah lagi. Janganlah kita gundah karena banyaknya orang-orang yang menentang. Bagaimanapun banyaknya orang yang menentang, kalau akhirnya di surga, itu bukan jadi masalah. Walaupun orang di seluruh dunia suka, kalau akhirnya ke neraka, apa gunanya?!
Tanamkan betul dalam hati, dikuatkan niat di dalam hati, "Hidup hanya sekali, tinggal beberapa hari lagi, maka kita gunakan untuk taat kepada Allah saja, untuk membangun akherat."
جَعَلْنَا اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْفَائِزِيْنَ الْآمِنِينَ وَأَدْخَلْنَا وَإِيَّاكُمْ فِي زُمْرَةِ المُتَّقِينَ الْمُؤْمِنِينَ الْمُخْلِصِينَ الْمُوْقِنِينَ أَعُوذُ بِالله مِن الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ بسمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
وَالْعَصْرِ إِنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلاَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوۡا بِالۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡا بِالصَّبۡرِ
وَقُل رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ
Khutbah Kedua
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، وَلِلهِ الْحَمْدُ، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا.
الحمد الله العليم الحليم الغَفَّارِ ، الْعَظِيمِ القَهَّارِ، الذي لا تخفى مَعْرِفتُهُ عَلَى مَنْ نَظَرَ فِي بَدائِعِ مَمْلَكَتِهِ بِعَيْنِ الإعتبارِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً مَنْ شَهِدَ بهَا يَفُوزُ فِي دَارِ الْقَرَارِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيَدَنَا ومَوْلَانَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، الطَّاهِرِينَ الْأَخْبَديَارِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ... اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُمْ مُسْلِمُونَ إِنَّكُمْ قَادِمُونَ إِلَى اللَّهِ فَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt.
Bagaimanapun kita sudah mendapatkan macam-macam barokah dalam bulan Ramadhan, disempurnakan dengan Idul Fitri. Bagaimana syukur kita, bagaimana gembira kita. Tetapi hati kita pasti akan sedih. Karena kita di dunia tidak lama. Mungkin tahun depan kita tidak bisa lagi mendapatkan barokah-barokah Ramadhan. Kita mungkin sudah tidak bisa lagi mendapatkan barokah- barokah Idul Fitri. Idul Fitri semacam ini, tahun depan kita sudah di alam kubur. Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt.
Maka Allah yang Maha Rahman yang Maha Rahim memberi kita satu amalan yang walaupun kita sudah di kubur, kita tetap mendapatkan pahala Ramadhan, tetap mendapatkan pahala Idul Fitri. Caranya adalah dengan menghidupkan dan mengistiqomahkan usaha dakwah. Maka Ramadhan ini kita kuatkan niat untuk supaya kita ini istiqomah dalam usaha dakwah. Sehingga tahun depan kalaupun kita sudah mati, kita terus mendapatkan pahala Ramadhan, pahala Idul Fitri, pahala silaturrahim, pahala sunnah-sunnah Nabi yang dihidupkan di muka bumi ini. Kemudian kita tersenyum-senyum di kubur kita.
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt.
Jangan sampai kita melalaikan perjuangan yang besar yang telah Allah karuniakan kepada kita ini, Kita kuatkan amal-amal masjid kita. Kita kuatkan pesantren-pesantren dan madrasah-madrasah
kita. Kita kuatkan amalan-amalan di rumah-rumah kita. Dengan demikian, selepas kita mati amalan-amalan kita diteruskan oleh orang-orang setelah kita. Sehingga kita tambah bahagia, tambah bahagia dan tambah bahagia. Sudah tidak berbuat dosa lagi karena sudah mati, tetapi pahalanya terus-terusan tidak ada habisnya.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، أَللَّهُمَّ صَلَّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَزْوَاجِ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ذُرِّيَّةِ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَتْبَاعِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَارْضَ اللَّهُ مَنْ خَلَقَاءِ الْأَرْبَعَةِ أَبي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلى وَسَائِرِ أَصْحَابِ رَسُولِ اللهِ أَجْمَعِينَ وَارْحَمْنَا مَعَهُمْ بِعَفُوكَ وَكَرَمِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأمْوَاتِ اللَّهُمَّ انْصُرِ المُسْلِمِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ، اللَّهُمُ الصُرِ المُجَاهِدِينَ في كل مكان، اَللّهُمَّ انْصُرِ الْمُظْلُوْمِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ، اللهم الصُرْهُمْ نَصْرًا عَزِيرًا وَافْتَحْ لَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا مُبِيِّنَا اللَّهُمَّ أَيْدُهُمْ بِتَأْبِيْدِ مِنْ عِنْدِكَ. اللَّهُمَّ ابْعَثْ فِيهِمْ سُلْطَانًا نَصِيرًا، اللهُم وَحْدُ صُفُوفَهُمْ، أَللَّهُمَّ اجْمَعَ كَلِمَاتَهُمْ عَلَى الْحَقَّ يا أكرم الأكرمين. اللَّهُمُ ارْحَمُ أُمَّةَ سَيّدِنَا مُحَمَّد اللهم اغير أُمَّة سيدنا محمد اللهم ألف بَيْنَ قُلُوبِ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، يَا إِلَهَ سيدنا محمد، يَاإِلَهَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ راب العالمي
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/khutbah-jumat-hikmah-bulan-rajab.jpg)