Khutbah Idul Fitri KH Uzairon Thoifur Abdillah Lengkap Teks Arab
Berikut contoh teks Khutbah Idul Fitri KH Uzairon Thoifur Abdillah, dengan tema Memetik Hikmah Idul Fitri.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi
Surya.co.id - Berikut contoh teks Khutbah Idul Fitri oleh KH Uzairon Thoifur Abdillah, dengan tema Memetik Hikmah Idul Fitri.
Almarhum KH Uzairon Thoifur Abdillah merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Karas, Magetan.
KH Uzairon Thoifur Abdillah memang telah wafat pada tahun 2014 silam, namun ceramah dan Khutbah Idul Fitri yang disampaikan semasa hidup banyak dijadikan contoh oleh para khatib.
Berikut teks Khutbah Idul Fitri KH Uzairon selengkapnya dikutip dari YouTubr FANS Channel.
Khutbah Pertama
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، وَلِلهِ الْحَمْدُ، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا. اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى سَهَّلَ لِلْعِبَادِ طَرِيقَ الْعِبَادَةِ وَالدَّعْوَة وَيَسَّرَ، وَوَفَّاهُمْ أَجُوْرَ أَعْمَالِهِمْ مِنْ خَزَائِنِ جُوْدِهِ الَّتِي لاَ تُحْصَرُ، وَجَعَلَ لَهُمْ يَوْمَ عِيْدٍ يَعُودُ عَلَيْهِمْ فِي كُلِّ سَنَةٍ وَيَتَكَرَّرُ، وَأَشْهَدُ أنْ لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، اَلْمَلِكُ الْعَظِيمُ الْغَفَّارُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلانَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اَلشَّافِعُ الْمُشَفَعُ فِي الْمَحْشَرِ، اللَّهُمَّ صَلَّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِينَ أَذْهَبَ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهَرَ، وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ الله... اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُمْ مُسْلِمُونَ إِنَّكُمْ قَادِمُونَ إِلَى اللَّهِ فَلْتَنْظُرْ نَفَسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ.
وَاعْلَمُوا أَنَّ هَذَا مَوْعِدُ خُرُوجِ الْأُمَّةِ مِنْ شَهرٍ كَرِيْمِ إِلَى يَوْمٍ عِيْدٍ سَعِيدِ، هَذَا يَوْم تَجَلَّى الْبَوَاطِنُ بِتَقْوَى اللَّهِ، وَتَخَلَّ الظَّوَاهِرُ مِنْ عَمَلِ مَا لَا يُفيدُ، هَذَا يَوْمُ تَجَلَّ الْحَنَّانُ الْمَنَّانُ بِمَزِيدِ الْإِحْسَانِ عَلَى مَنْ كَانَ ذَا فِعْلٍ حَمِيدٍ.
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt. Dalam satu hadits dikatakan:
لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ الْقَارِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ
"Orang yang berpuasa punya dua kegembiraan. Kegembiraan di dunia ketika dia berbuka puasa. Kegembiraan akherat, ketika dia berjumpa dengan Tuhannya."
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt.
Begitulah ketentuan Allah Swt untuk orang-orang yang mau bersusah payah, bermujahadah, untuk agama Allah, untuk taat kepada Allah, untuk menjauhi larangan-larangan Allah. Maka sudah menjadi ketentuan Allah, di dunia dia akan mendapatkan kegembiraan. Dan
ketika dia berjumpa dengan Tuhannya di akherat akan mendapatkan kegembiraan yang lebih besar, yang lebih dahsyat lagi, yang tidak bisa dibayangkan.
Maka pada hari raya yang mulia ini, ketika kita semua bergembira, pantaslah pada hari ini kita
merenung, apa yang dikatakan oleh para Ulama', "Barang siapa yang menjadikan hidupnya seperti puasa, maka Allah Swt akan menjadikan kematiannya seperti hari raya."
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt.
Pada hari raya di dunia ini kita berjumpa dengan sanak keluarga, bersilaturrahim dengan umat
islam, dengan ayah, dengan ibu, dengan tetangga-tetangga, dengan para Ulama', dengan para Auliya',
Ini semua mengingatkan kita kepada apa yang akan terjadi nanti setelah kematian kita.
Apabila kematian ini adalah kematian yang diterima oleh Allah, maka akan menjadi seperti hari raya. Di sini dan di sana kita akan berjumpa dengan orang tua kita yang beriman, dengan saudara-saudara dan sanak famili kita, dengan teman-teman seperjuangan kita, dengan guru-guru kita, dengan para Auliya, dengan para Ulama', bahkan dengan para Anbiya'.
وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُوْلَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصَّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَيكَ رَفِيقًا (النساء : ٦٩]
"Barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, mereka akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah. Yaitu para nabi, para Shiddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shaleh, Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." [Q.S. an-Nisa' 69]
Kita akan berjumpa dengan para Anbiya', kita akan berjumpa dengan Junjungan kita, Kekasih kita, Panutan kita, yang mulia Nabi Agung Muhammad Saw. Kita akan berjumpa dengan para Shahabat, yang sudah sering kita baca ceritanya. Berjumpa dengan Sayyidina Abu Bakar as Shiddiq r.hu, Sayyidina Umar ibnu Khattab r.hu, Sayyidina Utsman Ibnu Affan r.hu, Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.hu, Sayyidina Bilal bin Rabbah r.hu, Sayyidina Sa'ad Ibnu Abi Waqqosh r.hu dan Shahabat-shahabat yang lain. Kita akan berjumpa disana. Kita akan berbicara dengan mereka. Mereka akan bercerita mengenai perjuangan mereka di dunia. Dan kita pun akan bercerita mengenai bagaimana kita meneruskan perjuangan mereka.
Kita akan berjumpa dengan Sayyidul Anbiya', Baginda Muhammad Saw. Wajah yang penuh nur. Setampan-tampannya wajah yang ada di dunia ini. Seganteng-ganteng manusia yang hidup di dunia ini. Semulia-mulianya manusia yang hidup di dunia ini. Sesejuk-sejuknya hati manusia yang ada di dunia ini. Kita akan berjumpa disana. Beliau akan bercerita kepada kita. Dan kita pun akan bercerita kepada Beliau. Alangkah indahnya hari itu.
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt. Bukan hanya itu saja. Kita akan berjumpa dengan para Nabi semuanya. Kita akan berjumpa dengan kakek kita Nabi Adam As, Nabiyullah Nuh As, dan Nabi-nabi yang lain.
Disana nanti kita akan merasa betul-betul beruntung menjadi orang beriman, ketika orang kafir dicampakkan di jahannam bersama Fir'aun, Qorun, Hamman, ketika mereka menghadapi penderitaan yang tidak ada habis-habisnya. Maka betul-betul tidak ada gunanya kenikmatan- kenikmatan, kesenangan-kesenangan selama mereka di dunia. Tidak ada artinya teknologi yang mereka banggakan, harta yang mereka cintai, anak-anak yang mereka sayangi, Negara-negara yang mereka jaga siang dan malam, habis semuanya, ketika mereka mati dalam keadaan kafir.
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt. Disana kita betul-betul akan bersyukur menjadi orang yang beriman. Maka sebelum hari itu datang, sekarang kita bersyukur.
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ [البقرة : ١٨٥]
"Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." [Q.S. al-Baqarah: 185]
Hari raya Idul Fitri ini adalah hari syukur. Menyukuri apa? Yaitu menyukuri kenikmatan hidayah yang telah Allah berikan kepada kita.
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt.
Kita disana bukan hanya berjumpa dengan para Nabi dan para Rasul, bukan hanya disambut oleh para Malaikat di pintu-pintu surga, bukan hanya berjumpa dengan wall-wall Allah, bahkan kita akan mendapatkan kesempatan untuk berjumpa langsung dengan Allah Jalla Jalaluhu, Pencipta alam semesta ini, tanpa bisa dibayangkan, tanpa bisa dipikirkan.
Bagaimana kenikmatan yang akan datang kepada manusia yang beriman ketika mereka berjumpa dengan Tuhannya?!
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَّاضِرَةٌ إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌ [القيامة : ٢٢-٢٣]
"Wajah wajah (orang-orang iman) pada hari itu berseri-seri Kepada Tuhannyalah mereka melihat." (Q.S. al-Qiyamah: 22-23]
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt.
Tidak rugi... kalau hidup kita, kita habiskan untuk agama. Tidak rugi seumpama kalau karena agama kita harus berlapar-lapar, harus berhaus-haus. Tidak rugi kalau karena agama kita harus
berjalan di atas bara api pun. Ketika pahalanya adalah ridho Allah. Ketika pahalanya adalah berkumpul dengan para Nabi, para Rasul dan wali-wali Allah.
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt. Inilah idul fitri....
Dalam bulan Ramadhan kemarin, insya Allah, dengan puasanya, dengan tahajjudnya, dengan tarawihnya, orang orang beriman sudah bersih dari macam-macam dosa. Kemudian pada Idul Fitri ini disempurnakan dengan silaturrahim. Menyambung hubungan dengan sanak famili, dengan seluruh umat islam. Karena orang yang memutuskan hubungan antar umat islam, maka dia tidak akan mendapatkan ampunan Ramadhan.
Maka sudah menjadi tradisi di negeri kita ini, yaitu ketika hari raya digunakan untuk silaturrahim antar umat islam.
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt.
Dosa yang ada hubungannya dengan Allah telah terhapus dengan Ramadhan. Dosa antara
manusia, kita bersihkan dengan silaturrahim dan saling memaafkan. Maka kita berharap kepada Allah, karena hari ini adalah hari permulaan kebaikan dalam kehidupan kita. Janganlah kita kotori lagi diri kita dengan dosa-dosa. Walaupun kelihatannya dosa-
dosa itu menggembirakan kita. Tetapi di belakangnya adalah penderitaan yang tidak ada habis-habisnya.
Dan jangan kita takut dengan kesusahan-kesusahan yang disebabkan karena agama. Karena sebetulnya di belakangnya adalah kegembiraan yang tidak ada habisnya selama-lamanya.
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt.
Kita niatkan hari ini adalah hari permulaan hidup kita. Hidup hanya untuk taat kepada Allah Swt saja, untuk ingat kepada Allah Swt saja, untuk tunduk kepada Allah Swt saja. Senantiasa memandang negeri akherat slang dan malam. Negeri yang telah dijanjikan oleh Allah Swt kepada diri kita. Negeri yang pasti kita akan datang ke sana.
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt.
Jangan sampai kita tergiur dengan keadaan-keadaan di dunia ini. Baik yang menyusahkan maupun yang menggembirakan. Karena dunia ini tidak akan lama, sebentar saja.
Janganlah dunia ini mengikat otak kita, mengikat hati kita. Sehingga siang dan malam kita diikat dengan kegembiraan dan kegelisahan sebab dunia ini. Sedangkan surga sedang dihias besar-besaran. Malaikat-malaikat telah menyambut di pintu- pintu surga. Siapa yang akan disambut? Ya kita-kita ini, orang-orang yang beriman. Akan tetapi kita malah sibuk dengan perkara-perkara lainnya. Alangkah ruginya...
لاَ يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُواْ فِي الْبِلاَد مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُ [آل عمران : ١٩٦-١٩٧]
"Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam. Dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya." (QS. Ali Imran: 196-197]
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt. Janganlah melihat orang-orang kafir, akan tetapi lihatlah Rasulullah Saw, para Shahabat dan orang-orang sholeh. Melihat orang yang terjungkir ke dalam sumur, kalau kita tidak hati-hati, ditakutkan kita akan terjungkir pula. Melihat orang kafir, kalau kita tidak hati-hati, ditakutkan kita terpedaya dengan mereka.
Lihatlah orang-orang yang selamat supaya kita menjadi orang-orang yang selamat. Lihatlah kekasih-kekasih Allah supaya kita menjadi kekasih-kekasih Allah.
الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبُّ
"Seseorang akan dikumpulkan (nanti di hari kiamat) bersama dengan orang-orang yang dia cintai."
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt.
Orang yang mencintai Allah, mencintai Rasul-Nya, mencintai para Shahabat dan mencintai orang-orang shaleh, dia tidak akan rugi selama-lamanya. Akan tetapi kalau orang itu kecintaannya kepada perkara-perkara yang lain, maka musibah yang besar akan dia hadapi.
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt.
Inilah hari raya Idul Fitri. Makna 'Id itu adalah kembali. Kembali merasa bahwa kita ini adalah hamba Allah. Kembali merasa bahwa kita ini betul-betul dalam perjalanan menuju akherat. Kembali betul-betul merasa bahwa kita ini punya pimpinan, yaitu Yang Mulia Baginda Nabi Agung Muhammad Saw. Kembalilah kita ke jalan yang aslinya, jalannya para Nabi dan para Rasul.
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ [الفاتحة : 7]
Itulah yang kita minta setiap kita shalat.
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt. Janganlah kita resah karena sedikitnya teman. Karena di dalam neraka lebih resah lagi. Janganlah kita gundah karena banyaknya orang-orang yang menentang. Bagaimanapun banyaknya orang yang menentang, kalau akhirnya di surga, itu bukan jadi masalah. Walaupun orang di seluruh dunia suka, kalau akhirnya ke neraka, apa gunanya?!
Tanamkan betul dalam hati, dikuatkan niat di dalam hati, "Hidup hanya sekali, tinggal beberapa hari lagi, maka kita gunakan untuk taat kepada Allah saja, untuk membangun akherat."
جَعَلْنَا اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْفَائِزِيْنَ الْآمِنِينَ وَأَدْخَلْنَا وَإِيَّاكُمْ فِي زُمْرَةِ المُتَّقِينَ الْمُؤْمِنِينَ الْمُخْلِصِينَ الْمُوْقِنِينَ أَعُوذُ بِالله مِن الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ بسمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
وَالْعَصْرِ إِنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلاَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوۡا بِالۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡا بِالصَّبۡرِ
وَقُل رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ
Khutbah Kedua
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، وَلِلهِ الْحَمْدُ، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا.
الحمد الله العليم الحليم الغَفَّارِ ، الْعَظِيمِ القَهَّارِ، الذي لا تخفى مَعْرِفتُهُ عَلَى مَنْ نَظَرَ فِي بَدائِعِ مَمْلَكَتِهِ بِعَيْنِ الإعتبارِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً مَنْ شَهِدَ بهَا يَفُوزُ فِي دَارِ الْقَرَارِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيَدَنَا ومَوْلَانَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، الطَّاهِرِينَ الْأَخْبَديَارِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ... اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُمْ مُسْلِمُونَ إِنَّكُمْ قَادِمُونَ إِلَى اللَّهِ فَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt.
Bagaimanapun kita sudah mendapatkan macam-macam barokah dalam bulan Ramadhan, disempurnakan dengan Idul Fitri. Bagaimana syukur kita, bagaimana gembira kita. Tetapi hati kita pasti akan sedih. Karena kita di dunia tidak lama. Mungkin tahun depan kita tidak bisa lagi mendapatkan barokah-barokah Ramadhan. Kita mungkin sudah tidak bisa lagi mendapatkan barokah- barokah Idul Fitri. Idul Fitri semacam ini, tahun depan kita sudah di alam kubur. Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt.
Maka Allah yang Maha Rahman yang Maha Rahim memberi kita satu amalan yang walaupun kita sudah di kubur, kita tetap mendapatkan pahala Ramadhan, tetap mendapatkan pahala Idul Fitri. Caranya adalah dengan menghidupkan dan mengistiqomahkan usaha dakwah. Maka Ramadhan ini kita kuatkan niat untuk supaya kita ini istiqomah dalam usaha dakwah. Sehingga tahun depan kalaupun kita sudah mati, kita terus mendapatkan pahala Ramadhan, pahala Idul Fitri, pahala silaturrahim, pahala sunnah-sunnah Nabi yang dihidupkan di muka bumi ini. Kemudian kita tersenyum-senyum di kubur kita.
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt.
Jangan sampai kita melalaikan perjuangan yang besar yang telah Allah karuniakan kepada kita ini, Kita kuatkan amal-amal masjid kita. Kita kuatkan pesantren-pesantren dan madrasah-madrasah
kita. Kita kuatkan amalan-amalan di rumah-rumah kita. Dengan demikian, selepas kita mati amalan-amalan kita diteruskan oleh orang-orang setelah kita. Sehingga kita tambah bahagia, tambah bahagia dan tambah bahagia. Sudah tidak berbuat dosa lagi karena sudah mati, tetapi pahalanya terus-terusan tidak ada habisnya.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، أَللَّهُمَّ صَلَّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَزْوَاجِ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ذُرِّيَّةِ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَتْبَاعِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَارْضَ اللَّهُ مَنْ خَلَقَاءِ الْأَرْبَعَةِ أَبي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلى وَسَائِرِ أَصْحَابِ رَسُولِ اللهِ أَجْمَعِينَ وَارْحَمْنَا مَعَهُمْ بِعَفُوكَ وَكَرَمِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأمْوَاتِ اللَّهُمَّ انْصُرِ المُسْلِمِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ، اللَّهُمُ الصُرِ المُجَاهِدِينَ في كل مكان، اَللّهُمَّ انْصُرِ الْمُظْلُوْمِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ، اللهم الصُرْهُمْ نَصْرًا عَزِيرًا وَافْتَحْ لَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا مُبِيِّنَا اللَّهُمَّ أَيْدُهُمْ بِتَأْبِيْدِ مِنْ عِنْدِكَ. اللَّهُمَّ ابْعَثْ فِيهِمْ سُلْطَانًا نَصِيرًا، اللهُم وَحْدُ صُفُوفَهُمْ، أَللَّهُمَّ اجْمَعَ كَلِمَاتَهُمْ عَلَى الْحَقَّ يا أكرم الأكرمين. اللَّهُمُ ارْحَمُ أُمَّةَ سَيّدِنَا مُحَمَّد اللهم اغير أُمَّة سيدنا محمد اللهم ألف بَيْنَ قُلُوبِ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، يَا إِلَهَ سيدنا محمد، يَاإِلَهَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ راب العالمي
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/khutbah-jumat-hikmah-bulan-rajab.jpg)