Khutbah Idul Fitri KH Uzairon Thoifur Abdillah Lengkap Teks Arab
Berikut contoh teks Khutbah Idul Fitri KH Uzairon Thoifur Abdillah, dengan tema Memetik Hikmah Idul Fitri.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi
"Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." [Q.S. al-Baqarah: 185]
Hari raya Idul Fitri ini adalah hari syukur. Menyukuri apa? Yaitu menyukuri kenikmatan hidayah yang telah Allah berikan kepada kita.
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt.
Kita disana bukan hanya berjumpa dengan para Nabi dan para Rasul, bukan hanya disambut oleh para Malaikat di pintu-pintu surga, bukan hanya berjumpa dengan wall-wall Allah, bahkan kita akan mendapatkan kesempatan untuk berjumpa langsung dengan Allah Jalla Jalaluhu, Pencipta alam semesta ini, tanpa bisa dibayangkan, tanpa bisa dipikirkan.
Bagaimana kenikmatan yang akan datang kepada manusia yang beriman ketika mereka berjumpa dengan Tuhannya?!
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَّاضِرَةٌ إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌ [القيامة : ٢٢-٢٣]
"Wajah wajah (orang-orang iman) pada hari itu berseri-seri Kepada Tuhannyalah mereka melihat." (Q.S. al-Qiyamah: 22-23]
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt.
Tidak rugi... kalau hidup kita, kita habiskan untuk agama. Tidak rugi seumpama kalau karena agama kita harus berlapar-lapar, harus berhaus-haus. Tidak rugi kalau karena agama kita harus
berjalan di atas bara api pun. Ketika pahalanya adalah ridho Allah. Ketika pahalanya adalah berkumpul dengan para Nabi, para Rasul dan wali-wali Allah.
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt. Inilah idul fitri....
Dalam bulan Ramadhan kemarin, insya Allah, dengan puasanya, dengan tahajjudnya, dengan tarawihnya, orang orang beriman sudah bersih dari macam-macam dosa. Kemudian pada Idul Fitri ini disempurnakan dengan silaturrahim. Menyambung hubungan dengan sanak famili, dengan seluruh umat islam. Karena orang yang memutuskan hubungan antar umat islam, maka dia tidak akan mendapatkan ampunan Ramadhan.
Maka sudah menjadi tradisi di negeri kita ini, yaitu ketika hari raya digunakan untuk silaturrahim antar umat islam.
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt.
Dosa yang ada hubungannya dengan Allah telah terhapus dengan Ramadhan. Dosa antara
manusia, kita bersihkan dengan silaturrahim dan saling memaafkan. Maka kita berharap kepada Allah, karena hari ini adalah hari permulaan kebaikan dalam kehidupan kita. Janganlah kita kotori lagi diri kita dengan dosa-dosa. Walaupun kelihatannya dosa-
dosa itu menggembirakan kita. Tetapi di belakangnya adalah penderitaan yang tidak ada habis-habisnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/khutbah-jumat-hikmah-bulan-rajab.jpg)