Brigadir J Ditembak di Rumah Jenderal
SOSOK Prof Sulistyowati Irianto di Balik Aksi 122 Guru Besar-Dosen Jadi Amicus Curiae bagi Bharada E
Inilah Prof Sulistyowati Irianto, sosok di balik aksi Aliansi Akademisi Indonesia menyatakan diri sebagai amicus curiae untuk Bharada E.
Pada waktu itu, UI dicanangkan sebagai perguruan tinggi pertama yang memperkenalkan mata kuliah Antropologi Hukum.
Dalam proses persiapan, Sulis membantu Prof Ihromi mengidentifikasi keberadaan mata kuliah Antropologi Hukum di seluruh Indonesia.
Salah satu caranya dengan mengirimkan kuesioner ke sekitar 50 dekan fakultas hukum se-Indonesia untuk menanyakan apakah di sana terdapat mata kuliah Antropologi Hukum.
Bagi Sulis, Antropologi Hukum sangat penting karena dapat berperan menyeimbangkan antara keadilan hukum dengan keadilan sosial.
Selama ini, dua jenis keadilan ini sering kali berseberangan.
Menurut Sulis, Antropologi Hukum bermanfaat untuk memperluas pandangan dan pertimbangan penegak hukum dalam pengangan berbagai kasus terkait hukum dan adat.
Prof. Koentjaraningrat dan Prof. TO Ihromi merupakan tokoh yang menjadi inspirasi Sulis untuk memperjuangkan mata kuliah Antropologi Hukum di Indonesia sejak tahun 1992.
Pemikiran Sulis mengenai Masyarakat Adat dan Kenusantaraan menyoroti bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia dibentuk dari beragam nation” lain yang kecil, tua, dan berbasis kesukubangsaan .
Konsistensi hukum, identitas hukum, hak sipil dan jaminan ruang hidup bagi masyarakat adat mutlak untuk dipenuhi sebagai wujud pemenuhan hak dasar Negara kepada Warga Negara .
Secara khusus Sulis menyuarakan agar hendaknya para penegak hukum bersikap sebagai negarawan dan memanusiakan manusia ketika berhadapan dengan masyarakat adat dan perempuan. Antropologi Hukum secara khusus menggagas penghargaan terhadap keragaman adat dan budaya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari persatuan sebuah Negara.
Sulis dipercaya menjadi Anggota Board dari the International Commission on Legal Pluralism (sejak 2006) dan ikut mendirikan the Asian Initiative on Legal Pluralism (sejak 2004), dan anggota board the Convention Watch Working Group, Universitas Indonesia (sejak 1994)
Sulis menjabat sebagai Ketua Pusat Kajian Gender Universitas Indonesia pada tahun 2002 hingga 2010.
Pernah menjabat sebagai ketua Program Pascasarjana Antropologi, FISIP UI (2009-2011), dan Ketua Program Pascasarjana Multidisiplin Universitas Indonesia (2013-2016).
Saat ini Sulis aktif menjadi pakar "Antropologi Hukum", "Socio-Legal Studies", dan "Hukum dan Gender" di lembaga yang sama.
Daftar 122 Akademisi yang Dukung Bharada E
Adapun ratusan Guru Besar, dosen, dan akademisi yang menyatakan mendukung keadilan terhadap Richard Eliezer sebagai berikut:
1. Prof. Dr. Sulistyowati Irianto (Fakultas Hukum UI)
2. Prof. (em) Dr. Maria Farida Indrati (Fakultas Hukum UI)
3. Prof. (em) Todung Mulya Lubis, Ph.D (MIH Fakultas Hukum UI)
4. Prof. (em) Mayling Oey-Gardiner, Ph.D (Fakultas Ilmu Ekonomi dan Bisnis UI)
5. Prof. (em) Dr. Maria SW Sumardjono (Fakultas Hukum UGM)
6. Prof. (em) Dr. dr. Daldiyono (Fakultas Kedokteran UI)
7. Prof. (em) Dr. Riris Toha-Sarumpaet (Fakultas Ilmu Budaya UI)
8. Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo (FISIPOL UGM)
9. Prof. Aquarini Priyatna, Ph.D (FIB UNPAD)
10. Prof. (em) Dr.Makarim Wibisono (Fakultas Hukum UNAS)
11. Prof. Dr. Hibnu Nugroho (Fakultas Hukum UNSOED)
12. Prof. Dr. Rachmad Safa'at (Fakultas Hukum UNIBRAW)
13. Prof. Dr. Wayan P. Windia (Fakultas Hukum Univ Udayana)
14. Prof. (em) Dr. med. Puruhito (Fakultas Kedokteran UNAIR)
15. Prof. Dr. Herlien D S.Etio (Fakultas Teknik Sipil ITB)
16. Prof. Dr. Ningrum Natasya Sirait (Fakultas Hukum USU)
17. Prof. Dr. Susi Dwi Harijanti (Fakultas Hukum UNPAD)
18. Prof. Dr. Melani Budianta (FIB UI)
19. Prod. Dr. AS.Ep Saifudin (IPB)
20. Prof. Dr. Linda Rotty (Fakultas Kedokteran UNSRAT)
21. Prof. (em) Yunita T. Winarto, Ph.D (FISIP UI)
22. Prof. Dr. Basuki Rekso Wibowo (Fakultas Hukum UNAS)
23. Prof. Dr. Andri G. Wibisana (Fakultas Hukum UI)
24. Prof. Rosa Agustina Pangaribuan (Fakultas Hukum UI)
25. Prof. Dr. Manneke Budiman (Fakultas Ilmu Budaya UI)
26. Prof. Dr. Meily Kurniawidjaja (Fakultas Kesehatan Masyarakat UI)
27. Prof. B. Yuliarto Nugroho, Ph.D (Fakultas Ilmu Administrasi UI)
28. Prof. Dr. Akmal Taher (Fakultas Kedokteran UI)
29. Prof. Dr. P.M.Laksono (Fakultas Ilmu Budaya UGM)
30. Prof. Dr. Alexander S. Lanur (STF Driyarkara)
31. Prof. Irwanto, Ph.D (Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya Jakarta)
32. Prof. Dr. Ani Purwanti (Fakultas Hukum UNDIP)
33. Prof. Dr. Dominikus Rato (Fakultas Hukum Universitas Jember)
34. Prof. Dr. dr. Tonny Loho (Dept Patologi Klinik FKIK UKRIDA)
35. Prof. Dr. Syafrudin Kalo (Fakultas Hukum USU)
36. Prof. (em) Dr. Hadi Pratomo (Fakultas KeS.Ehatan Masyarakat UI)
37. Prof. (em) Dr.drg. Tri Budi Wahyuni Rahardjo, M.S (Fakultas Kedokteran Gigi UI)
38. Prof. (em) Dr. Soenarjati Djajanegara (Fakultas Ilmu Budaya UI)
39. Prof. (em) Hera Mikarsa (Fakultas Psikologi UI)
40. Prof. (em) Dr. Muhajir Darwin (FISIPOL UGM)
41. Prof. (em) Dr. Partini Mujayadi (FISIPOL UGM)
42. Prof. (em) Aminuddin Salle (Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin)
43. Prof. (em) Dr. B. S. Mardiatmadja, SJ (STF Driyarkara)
44. Prof. (em) Dr. Teguh Soedarsono (Univ Bhayangkara)
45. Dr. Suparman Marzuki, S.H, Msi (Fakultas Hukum Univ UII Yogyakarta)
46. Dr. Luhut M. P. Pangaribuan, S.H, LLM (Fakultas Hukum UI)
47. Dr. Mas Achmad Santosa, S.H, LLM (Fakultas Hukum, UI)
48. Meuthia Ganie-Rochman, Ph.D (FISIP UI)
49. Dr. Karlina Supeli (STF Driyarkara)
50. Reza Indragiri Amriel, S.Psi.,M.Crim (Fakultas Psikologi PTIK Jakarta)
51. Dr. G. Ambar Wulan, M. Hum. (Prodi Kajian Ilmu Kepolisian, SKSG UI)
52. Dr. Thomas Sunaryo (Prodi Kajian Ilmu Kepolisian, SKSG UI)
53. Dr. Nina Mutmainnah (FISIP UI)
54. Dr. M. Puspitasari (Prodi Kajian Ilmu Kepolisian, SKSG UI)
55. Dr. Lidwina Inge Nurtjahyo (Fakultas Hukum UI)
56. Dr. Ratih Lestarini (Fakultas Hukum UI)
57. Dr. Dyah Wirastri (Fakultas Hukum UI)
58. Dr. Eva Achjani Zulfa, S.H, M.H (Fakultas Hukum UI)
59. Dr. Avanti Fontana (Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI)
60. Fentiny Nugroho, MA, Ph.D (Dep. KeS.Ejahteraan Sosial, FISIP UI)
61. Dr. Theddeus O. H. Prasetyono (Departemen Bedah, FK-UI)
62. Dr. Iklilah Muzayyanah Dini Fajriyah, M.Si (Prodi Kajian Gender, SKSG UI)
63. Dr. V. Sutarmo S. Etiadji (Fakultas Kedokteran UI)
64. Dr. Ir. Sangriyadi S. Etio (Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB)
65. Dr. Sri Wiyanti Eddyono (Fakultas Hukum UGM)
66. Dr. Herlambang P. Wiratranan (Fakultas Hukum UGM)
67. Dr. Rikardo Simarmata (Fakultas Hukum UGM)
68. Dr. Muhammad Najib Azca, Ph.D (Fisipol UGM)
69. Dr.Aan Eko Widiarto, S.H, M.Hum (Fakultas Hukum UNIBRAW)
70. Dr. S.Elly Riawanti, MA (Asosiasi Antropologi Indonesia & Fisip UNPAD)
71. Dr. Simon L. Tjahjadi (STF Driyarkara)
72. Dr. Abdul Haris S.Emendawai, S.H, LLM (Universitas Padjadjaran/Univ Islam Asyafiiah)
73. Dr. Priyo Sudibyo (Fisip UNS) 74. Dr. Titiek Kartika Hendrastiti, MA (FISIP Universitas Bengkulu)
75. Dr. Tristam Pascal Moeliono, S.H, M.H. LL.M (Fakultas Hukum Unika Parahyangan)
76. Dr. G. Sri Nurhartanto, S.H, LL.M (Fak Hukum Unika Atmajaya Yogyakarta)
77. Dr. Bambang Kusumo (FISIP Unika Atmajaya Yogyakarta)
78. Dr. St Laksanto Utomo S.H, M.Hum (Fakultas Hukum Universitas Sahid)
79. Dr. Santy Kouwagam (Fakultas Hukum UNHAS)
80. Dr. Askari Razak, S.H, M.H (UMI Makassar)
81. Dr. Maskawati, S.H, M.H (IAIN Bone)
82. Dr. MC Ninik Sri Rejeki, M. Si (Fisip UAJY)
83. Ir. Ajat Sudrajat, MT,Ph.D (Fakultas Tehnik dan Sains UNAS)
84. Dr. Lies Sulistiani, S.H, M.Hum (Fakultas Hukum Univ Padjajaran)
85. Dr. Mas Subagyo Eko Prasetyo, S.H, M.Hum (Fakultas Hukum UNAS)
86. Dr. Drs.Tb Mochamad Ali Asghar, S.H, M.H (Fakultas Hukum UNAS)
87. Dr. Mustakim, S.H, M.H (Fakultas Hukum UNAS)
88. Dr. Chandra Tirta, S.H, M.H (Fakultas Hukum UNAS)
89. Dr. Maria Silvia E. Wangga (Fakultas Hukum Univ Trisakti )
90. Dr. Sari Murti, S.H, M.H (Fakultas Hukum Unika Atmajaya Yogyakarta)
91. Dr. Nasiruddin Pasigai (Fakultas Hukum UMI Makassar)
92. Dr. Asmin Fransiska, S.H, LLM (Fakultas Hukum Unika Atmajaya Jakarta)
93. Dr.Vinita Susanti M.si (FISIP UI)
94. Dr. Suraya A. Afiff (FISIP UI)
95. Dr. Djonet Santosa (FISIP Univ Bengkulu)
96. Dr. Risa Permana Dewi (FIB UI)
97. Dr.Suzie Sudarman (FISIP UI)
98. Dr. Suyud Margono, S.H, M.Hum (UNTAR)
99. Dr. Benny D. S.Etianto (Unika Soegijapranata S.Emarang)
100. Dr. Sindung Tjahyadi (Fakultas Filsafat UGM)
101. Michael Nainggolan, S.H, M.H, DEA (Fakultas Hukum Univ De Lasalle, Manado)
102. Iva Kasuma, S.H, M.Si (Fakultas Hukum UI)
103. Tirtawening, S.H, M.Si (Fakultas Hukum UI)
104. Yvonne Kezia D Nafi, S.H, LLM (Fakultas Hukum UI)
105. dr. Trifonia Pingkan Siregar, SpRad (Fakultas Kedokteran UI)
106. H Suharyanto MKP (Fisipol UGM) 107. Rival Ahmad, S.H, LLM (S.Ekolah Hukum Jentera)
108. Adi Purnomo Santoso, S.H, M.H (Fakultas Hukum UNAS)
109. Oelin Marliyantoro (STPMD Yogyakarta)
110. Yamin (FH Universitas Pancasila) 111. Taufik Amini, S.H, M.H (MAHATA Justice)
112. Ir. Sulistyo, MP (Fakultas Pertanian UJB)
113. Adi Purnomo, S.H, M.H (Fakultas Hukum UNAS)
114. Yogi Karnadi, S.H, M.H (Fakultas Hukum UNAS)
115. Zulfikar, S.H, M.H (Fakultas Hukum UNAS)
116. Masidin, S.H, M.H (Fakultas Hukum UNAS)
117. Irzan, S.H, M.H (Fakultas Hukum UNAS)
118. Dyah Handayani Dewi, S.E, MM (Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAS)
119. Dra. Henny Andries, MA (FISIP UI)
120. Andi Isman Rahmat, S.H, M.H (UMI Makassar)
121. Fachrizal Afandi, Ph.D (Fakultas Hukum UNIBRAW)
122. Dr. Asep Iwan Iriawan, S.H, M.H (Fakultas Hukum Universitas Parahyangan Bandung)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ratusan Guru Besar-Dosen Maju Jadi Sahabat Pengadilan untuk Richard Eliezer, Berharap Hakim Vonis Ringan"
>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google SURYA.co.id
Bharada E
Dukung Bharada E
Amicus Curiae
pembunuhan Brigadir J
Amicus Curiae untuk Bharada E
Prof Sulistyowati Irianto
SURYA.co.id
surabaya.tribunnews.com
BAGAIMANA Keselamatan Bharada E Setelah Divonis? Ini Jawaban LPSK dan Alasan 122 Akademisi Mendukung |
![]() |
---|
UPDATE Kondisi Bharada E yang Sulit Tidur Jelang Vonis: Tertekan karena Jaksa, Hal Ini Penghiburnya |
![]() |
---|
Dukungan Untuk Bharada E Bertambah, ICJR Sarankan Hakim Jatuhkan Pidana Paling Ringan, Ini Alasannya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.