Brigadir J Ditembak di Rumah Jenderal

ARTI Ekspresi Hakim Wahyu saat Menyaksikan Pleidoi Bharada E Diungkap Pakar, Tertekan Seperti JPU?

Inilah arti ekspresi hakim Wahyu Iman Santoso saat menyaksikan Bharada E membacakan nota pembelaan atau pleidoi di sidang pembunuhan Brigadir J yang d

Editor: Musahadah
kolase youtube Metro TV
Ekspresi hakim Wahyu saat menyaksikan pleidoi Bharada E dianalisis pakar mikro ekspresi Monica Kumalasari. 

Monica mengakui tekanan kepada hakim ini sama halnya yang terjadi pada para jaksa penuntut umum (JPU) saat membacakan tuntutan terhadap Bharada E

"Kalau dari JPU sudah kita bahas. Sedangkan hakim, apa yang disoroti, keyakinan yang sudah dimiliki hakim ini tergambar melalui postur yang ditunjukkan saat Eliezer membacakan peldoi. Banyak yang dipertimbangkan.

Gerakan mata menunduk ke bawah ini adalah proses interaksi dengan nurani atau saya katakan self talk. Memantapkan lagi, mengkalibrasi lagi," tukas Monica. 

Seperti diketahui, Bharada E membacakan pleidoinya dengan suara gemetar diikuti isakan tangis. 

Isak tangis ini tampak saat Bharada E mengucapkan permohonan maaf terhadap sejumlah pihak,

Monica melihatr ada keikhlasan dalam penyampaikan maaf Bharada E

Menurut Monica ekspresi yang ditunjukkan Bharada E ini genuine alias asli karena  apa yang dirasakan kemudian diekspresikan.

"Bukan seballiknya, terisak dulu untuk mendapatkan perasaan sedih dan emosi-emosi yang lain," tukasnya.

Lihat video selengkapnya

Diberitakan sebelumnya, Bharada E lebih dulu meminta maaf dan pengampunan kepada keluarga Brigadir J. 

Bharada E juga meminta maaf kepada orangtuanya. 

"Ma, maafkan kalau karena kejujuran saya ini sudah membuat Mama sedih harus melihat saya di sini, saya tau Mama bangga saya berjuang untuk terus menjalankan perkataan Mama menjadi anak yang baik dan jujur," ujar Richard.

Richard pun menyampaikan terima kasih kepada kedua orang tuanya yang telah mengajarkan arti kata kejujuran dalam kehidupannya.

"Terimakasih untuk Mama dan Papa karena telah mengajarkan nilai-nilai kebaikan, kejujuran dan kerja keras dalam hidup saya dan kakak sejak kami kecil," ucapnya.

Richard juga menyampaikan permohonan maaf kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan para penyidik kepolisian.

Richard mengaku, semula tak berani menyampaikan fakta yang sesungguhnya, namun berlahan dirinya mulai berani berkata jujur mengenai peristiwa hukum ini.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved