Berita Kediri

Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf: Bakal Capres dan Cawapres Tidak Boleh Catut Nama NU

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU, KH Yahya Cholil Staquf menegaskan, PBNU tidak boleh dibawa -bawa atau dicatut untuk kompetisi politik.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Didik Mashudi
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Yahya Cholil Staquf menghadiri Halaqah Fikih Peradaban di Aula Al Muktamar Ponpes Lirboyo Kediri, Sabtu (21/1/2023). 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU, KH Yahya Cholil Staquf menegaskan, PBNU tidak boleh dibawa -bawa atau dicatut untuk kompetisi politik.

"Kalau nanti ada pilpres misalnya. Nanti kami nyatakan tidak ada presiden atau wakil presiden atas nama NU," tandas KH Yahya Cholil Staquf saat menghadiri Halaqah Fikih Peradaban di Aula Al Muktamar Ponpes Lirboyo Kediri, Sabtu (21/1/2023).

Penegasan ini, disampaikan KH Yahya Cholil Staquf berkali- kali untuk mengingatkan agar bakal capres dan cawapres tidak mencatut nama NU dalam masalah politik.

Dijelaskannya, kalau ada orang NU menjadi capres atau cawapres, itu atas nama pribadi sendiri serta track recordnya sendiri, bukan atas nama NU.

Diungkapkan, kriteria NU terhadap capres dan cawapres harus memiliki kapasitas dan kredibilitas yang bisa dibandingkan satu dengan yang lain.

Sementara, berkaitan dengan meningkatnya biaya haji, KH Yahya Cholil Staquf mengungkapkan, sudah dalam waktu lama biaya haji tidak ada perubahan.

Namun, belakangan konon pihak pPmerintah Arab Saudi sendiri yang membuat biaya haji lumayan meningkat signifikan.

Berkaitan dengan kenaikan biaya haji ini, hanya pemerintah yang mengetahui rinciannya.

Seperti diketahui, Kementerian Agama telah mengusulkan biaya haji tahun ini Rp 69 juta. Lebih tinggi jika dibandingkan tahun 2021 lalu, biaya haji sebesar Rp 39,8 juta.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved