Brigadir J Ditembak di Rumah Jenderal
TANGIS HISTERIS Ibunda Brigadir J Saat Putri Candrawathi Dituntut 8 Tahun Penjara: Dia Penuh Dusta
Tuntutan 8 tahun penjara untuk Putri Candrawathi disambut tangisan histeris Ibunda Brigadir J (Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat), Rosti Simanjunta
SURYA.CO.ID - Tuntutan 8 tahun penjara untuk Putri Candrawathi disambut tangisan histeris Ibunda Brigadir J (Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat), Rosti Simanjuntak.
Rosti SImanjuntak yang mengikuti jalannya sidang Putri Candrawathi dari layar televisi tak bisa menahan emosinya begitu mengetahui istri Ferdy Sambo hanya dituntut 8 tahun penjara meski terbukti turut serta dalam perencanaan pembunuhan Brigadir J.
Rosti Simanjuntak tak terima, Putri Candrawathi yang telah memfitnah anaknya memperkosa tidak terima dengan tuntutan itu.
"Tuntutan hari ini membuat saya sebagai ibu semakin hancur," ujar Rosti sambil menangis histeris dikutip dari tayangan Breaking News Kompas TV, Rabu (18/1/2023).
Menurut Rosti, fitnah yang telah dibuat Putri Candrawathi sangat luar biasa.
Baca juga: BREAKING NEWS Putri Candrawathi Dituntut 8 Tahun Penjara, 12 Fakta Ini Pastikan Tak Ada Pemerkosaan
"Fitnahan ini sangat luar biasa, kejahatan yang luar biasa dilakukan Putri dan Ferdy Sambo," sebut Rosti dengan masih menangis histeris.
Menurut Rosti, Putri telah melakukan persiapan matang untuk membunuh anaknya.
"Persiapan yang matang yang dilakukan Putri mulai dari Magelang. Semua saksi-sakti tidak ada yang mengetahui dan melihat.
Tapi tuntutan sepakat sama dengan Kuat Maruf. Memang lah sejodoh lah putri dan kuat maruf, dengan tuntutan yang sama-sama.
Tidak adil buat kami, orangtua yang kecil ini," katanya.
Rosti meminta majelis hakim untuk bisa memberikan keadilan baginya.
"Mohon bapak hakim berikan kami keadilan, berikan putusan yang maksimal buat Putri yang mengetahui semua perencanaan pembunuhan ini.
Harapn kami pak hakim yang mulia, mohon kami diberikan keadilan seadil-adilnya bapak," kata Rosti dengan emosi sambil terus menangis.
Setelah mengucapkan kalimat itu, Rosti tampak berhenti sambil kepalanya terus menggeleng-geleng.
Setelah itu dia langsung menyandarkan kepalanya di tembok sambil terus menangis.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.