4 Fakta Rekening Gendut Lukas Enembe, Setor Rp 560 Miliar ke Kasino dan Sosok Manajer Pencucian Uang
Ada 4 fakta menarik terkait rekening gendut Lukas Enembe selaku Gubernur Papua yang kini dijadikan tersangka gratifikasi oleh KPK.
3. Beri fasilitasi pengobatan
Sementara itu, KPK menyatakan siap memfasilitasi pengobatan Enembe.
Faktor kesehatan ini juga yang membuat Enembe mangkir dari panggilan KPK untuk diperiksa terkait kasus gratifikasi.
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan bahwa pihaknya siap memfasilitasi pengobatan sebagai bentuk penghormatan hak Enembe sebagai tersangka.
“Kalau nanti misalnya Pak Lukas ingin berobat, kami juga pasti akan memfasilitasi. Hak-hak tersangka akan kami hormati,” kata Alexander Marwata.
Kemudian, Alexander Marwata menegaskan bahwa penyelidikan KPK baru menemukan dugaan gratifikasi senilai Rp 1 miliar.
Hal itu juga sebagaimana klarifikasi terhadap saksi maupun dokumen penyelidikan.
“Tetapi, perkara yang lain itu juga masih kami kembangkan,” ujarnya.
4. Hindari pertumpahan darah
Alexander Marwata juga menyatakan bahwa upaya jemput paksa Lukas Enembe tergantung situasi.
Sebab, pihaknya tak ingin memaksakan penjemputan paksa Enembe karena situasi di Papua tengah tidak kondusif.
“Kita lihat situasi, enggak mungkin kan kita paksakan kalau situasinya seperti itu. Kita enggak ingin ada pertumpahan darah atau kerusuhan sebagai akibat dari upaya yang kita lakukan,” kata Alexander Marwata.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah memerintahkan penyidik untuk kembali memanggil Lukas Enembe.
“Hari ini kita perintahkan supaya dipanggil lagi,” ujar Alexander Marwata.
Update berita lainnya di Google News SURYA.co.id
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Terkuaknya Dugaan Transaksi Rp 560 Miliar Lukas Enembe ke Kasino Judi Luar Negeri"