Brigadir J Ditembak di Rumah Jenderal

Alasan Irjen Ferdy Sambo Tak Hadiri Sidang Banding Kode Etik, Hasilnya Permohonan Ditolak

Alasan Ferdy Sambo dan Pengacaranya Tak Hadir di Sidang Bading Komisi Etik, Hasilnya Langsung Dipecat

Editor: Adrianus Adhi
Kolase Kompas.com
Ferdy Sambo dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo 

SURYA.co.id - Mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Ferdy Sambo tak hadir dalam putusan banding sidang komisi etik yang berlangsung Senin (19/9/2022). Sidang itu memastikan kalau permohonan banding Ferdy Sambo ditolak.

"Menolak permohonan banding pemohon banding," kata pimpinan sidang komisi banding Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Agung Budi Maryoto di Mabes Polri, Jakarta, Senin (19/9/2022).

"Menguatkan putusan sidang komisi etik Polri tanggal 26 Agustus 2022 atas nama pelanggar Ferdy Sambo," imbuh Agung.

Adapun dalam sidang KKEP tanggal 25-26 Agustus 2022, Polri melakukan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) atau memecat Ferdy Sambo terkait kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Dengan putusan banding ini, Ferdy Sambo resmi dipecat dari instansi Polri.

Baca juga: PENGAKUAN Terbaru Kapolri Soal Kesusilaan dan Perselingkuhan di Kasus Ferdy Sambo, Dibuka di Sidang

Baca juga: BIODATA Komjen Agung Budi yang Pimpin Sidang Banding Ferdy Sambo: Ketua Timsus Kasus Brigadir J

Sidang banding Ferdy Sambo dipimpin oleh Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Agung Budi Maryoto.

Ferdy Sambo atau kuasa hukumnya tidak dihadirkan dalam pelaksanaan sidang banding karena dalam Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 7 Tahun 2022 tidak ada kewajiban menghadirkan perlanggar etik.

Adapun Ferdy Sambo menjalani sidang KKEP setelah ditetapkan tersangka dalam kasus pembunuhan berencana ajudannya yang bernama Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Ferdy Sambo juga diketahui telah kembali ditetapkan sebagai tersangka terkait obstuction of justice atau menghalangi penyidikan Brigadir J.

Sebelumnya Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan hasil keputusan KKEP Banding bersifat final dan mengikat.

"Banding ini sifatnya final dan mengikat, sudah tidak ada lagi upaya hukum, ini upaya hukum yang terakhir," ucap Dedi.

Sejauh ini polisi sudah menetapkan 5 tersangka pembunuhan berencana terkait kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Selain Sambo, ada Bharada Richard, Bripka RR atau Ricky Rizal, Kuat Ma’ruf, dan Putri Candrawathi yang ditetapkan tersangka

Kedekatan Kapolri dengan Sambo

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved