Berita Blitar

Balita Korban Kekerasan di Blitar Sudah Dipulangkan, Pernah Rasakan Gagang Sapu dan Sundutan Rokok

anak kecil itu sudah bisa bermain dan tertetawa riang karena berkumpul kembali dengan ibunya yang batal berangkat ke luar negeri.

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Deddy Humana
surya/imam taufiq
Balita Rza (3), yang menjadi korban penganiayaan, digendong ibunya saat masih dirawat di RSUD Ngudi Waluya, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Penganiayaan yang dialami balita Rza (3), menjadi kasus kekeraan yang paling menggemparkan di Kabupaten Blitar tahun ini. Balita yang juga anak dari warga Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun tersebut mengalami tindak kekerasan yang tergolong sadis untuk anak seusianya, sebelum akhirnya diselamatkan dan pelakunya diamankan polisi.

Rza memang diasuh sepasang suami istri (pasutri) yang menjadi orangtua angkatnya selama sebulan, ketika ibu kandungnya sedang mengikuti pelatihan untuk persiapan menjadi TKW (tenaga kerja wanita).

Kabar terbaru, Jumat (16/9/2022), Rza kini sudah sehat kembali setelah menjalani perawatan dan pemulihan psikis di RSUD Ngudi Waluya, Kabupaten Wlingi. Mensos RI, Tri Rismaharini bahkan sempat menjenguk balita perempuan itu saat dirawat di RSUD, Minggu (4/9/2022) lalu.

Karena sudah pulih kesehatannya, Rza sudah dipulangkan dari rumah sakit milik Pemkab Blitar itu, dan dikembalikan ke ibunya, HH (35). Bahkan anak kecil itu sudah bisa bermain dan tertetawa riang karena berkumpul kembali dengan ibunya yang akhirnya batal berangkat ke luar negeri.

"Korban sudah pulang karena kondisinya membaik, bahkan bekas lukas diduga akibat bekas penganiayaan sudah sembuh," kata dr Endah Woro Utami, Direktur RSUD Ngudi Waluya.

Akibat kasus yang menimpanya itu, korban tidak diasuh lagi oleh neneknya karena ibunya diminta untuk tidak berangkat ke Hongkong oleh Risma. Sang ibu disuruh merawat kedua anaknya, dari perkawinannya yang gagal dengan pria asal Malang itu.

Bahkan Risma menjamin ibu korban untuk menjadi karyawan di makam Bung Karno. Sedangkan urusan denda dari perusahaan yang batal memberangkatnya juga ditanggung Risma.

"Kami tetap memantaunya, jangan sampai ia kekurangan gizi. Termasuk perkembangan psikisnya. Namun dengan dekat ke ibunya, dipastikan Rza lebih aman," kata Risma.

Bukan hanya Risma, Polres Blitar juga bertindak dengan langsung mengamankan pelakunya. Yakni, Taufiq (45) dan istrinya, Nuril Hidayah (35), yang masih tetangga korban. Kepada petugas, mereka mengaku sudah diasuhnya selama sebulan itu.

Tetapi dalam sebulan itu, perlakuan yang diterima Rza sungguh menyedihkan. Ia berkali-kali mengalami penganiayaan, mulai dipukul dengan tangan sampai gagang sapu, sampai disundut dengan rokok.

Bahkan yang tak manusiawi, sasaran sundutan rokok itu adalah wajah dan telinga korban, dengan alasan sepele yaitu Rza sering ngompol di kasur. "Kami khilaf saat itu, kok sampai berbuat seperti itu dan kini kami sangat menyesal. Kami minta maaf kepada semua masyarakat, khususnya orangtuanya," tutur Taufiq. *****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved