Berita Sampang
Warga Sampang Was-Was Makan Daging Kurban Akibat Wabah PMK, Ini Kata Dispertan KP Sampang
Wabah PMK bikin warga Sampang was-was konsumsi daging kurban. Dispertan KP Sampang menyebut PMK pada hewan ternak tidak menular ke manusia
SURYA.CO.ID|SAMPANG - Hari ini umat muslim menjalankan hari Raya Idhul Adha 1443 Hijriyah, Minggu (10/7/2022).
Di tengah perayaan yang juga biasa disebut hari raya kurban tersebut masyarakat akan berkurban berupa kambing atau sapi.
Akan tetapi, masih banyak masyarakat di Sampang yang was-was mengonsumsi daging kurban akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Padahal, daging sapi yang terpapar virus PMK masih aman untuk dikonsumsi.
Hal itu disampailan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan KP) Sampang, Suyono.
Menurutnya, pernyataan dirinya berdasarkan rilis dan Surat Edaran (SE) Kementerian Pertanian (Kementan) tentang pemotongan hewan di daerah wabah atau tertular PMK.
Hewan kurban harus dipotong beberapa bagian seperti kepala, kaki daerah kuku, jeroan, tulang dan buntut di daerah wabah untuk direbus dalam air mendidih minimum 30 menit.
"SE ini ditujukan agar virus tidak mencemari lingkungan, bukan untuk mencegah PMK menular ke manusia, artinya daging aman di konsumsi," tegasnya
Ia menambahkan, atas informasi yang menyebut adanya bagian-bagian tertentu dari hewan terkena PMK yang tak boleh dikonsumsi tersebut adalah keliru.
PMK pada hewan ternak tidak dapat menular atau menginfeksi manusia, sehingga masyarakat tidak perlu panik dan khawatir dalam mengonsumsi daging.
"PMK merupakan penyakit infeksi virus bersifat akut dan hanya menular pada hewan berkuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, domba dan babi," pungkasnya.
(TribunMadura.com/Hanggara Pratama)