PEMBUNUH Sertu Eka, Prajurit Asal Sidoarjo dan Istri Ternyata Anggota KKB Papua, Ini Derita Anaknya

Akhirnya terungkap terduga pembunuh Babinsa Koramil 1702-/Kurulu Almarhum Sertu Eka Andrianto Hasugian dan istrinya Sri Lestari Putri di Kabupaten Yal

Editor: Musahadah
kolase kompas.com/istimewa
Jenazah Sertu Eka Andrianto dan Bidan Sri, pahlawan Kemanusiaan yang tewas dibantah di Papua. Ternyata keduanya warga Sidoarjo, Jawa Timur. 

"Korban yang merupakan Nakes dan PNS Puskesmas Elim Yalimo sering membantu masyarakat, khususnya dalam persalinan Ibu-ibu. Terlebih lagi saat terjadi pengungsian di wilayah Yalimo," kata Candra dalam rilis pers yang diterima Tribun-Papua.com, Kamis (31/3/2022) siang.

"Almarhum terjun langsung membantu para pengungsi," sambungnya. 

Dia menambahkan, sosok Sertu Eka, yang merupakan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1702-07/Kurulu, juga dikenal sering menolong warga.

"Demikian pula suaminya Almarhum Sertu Eka Andrianyanto Hasugian yang merupakan Babinsa, selalu membantu masyarakat sekitarnya," jelasnya.

Usai disemayamkan di Aula Yonif 751/VJS di Sentani, jenazah pasutri tersebut diterbangkan menuju Surabaya, Jawa Timur, untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Jenazah diterbangkan dari Bandara Sentani, Jayapura, Papua, pukul 14.47 WIT, Jumat (1/4/2022).

Jenazah Sertu Eka lalu dimakamkan di tanah kelahirannya, Dusun Sawo, Desa Dungus, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. 

Derita Anak Korban yang Yatim Piatu

Dua anak Prajurit TNI yang gugur di Papua Sertu Eka Andriyanto Hasugian yang kini menjadi yatim piatu dalam sekejab.
Dua anak Prajurit TNI yang gugur di Papua Sertu Eka Andriyanto Hasugian yang kini menjadi yatim piatu dalam sekejab. (istimewa)

Inilah derita Elvaro, anak Sertu Eka Andrianto Hasugian dan bidan Sri Lestari Indah Putri, prajurit TNI dan  istri yang tewas dibunuh orang tak dikenal (OTK) di Kabupaten Yalimo, Papua. 

Tak hanya menjadi yatim piatu dalam sekejab, anak bungsu Sertu Eka  juga harus menjalani operasi setelah keduanya jarinya dipotong OTK saat kedua orangtuanya dibantai. 

Elvaro bahkan harus dirawat khusus karena terinfeksi Covid-19 setelah menjalani operasi debridement usai jari-jarinya putus di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo Surabaya.

Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Dr. Soetomo Surabaya Joni Wahyuadi menjelaskan, operasi debridement berhasil dilakukan pada balita ini.

Baca juga: Air Mata Jendral Dudung Menetes Takziah Keluarga Sertu Eka. Instruksinya Cari Pelaku Sampai Dapat

"Debridement adalah operasi pemeriksaan luka, pengangkatan jaringan-jaringan yang mati. Kami juga melakukan penanaman kulit pada jari yang terputus," kata Joni, Selasa (5/4/2022), seperti dilansir dari Antara.

Dia mengatakan, balita berinisial EPF dalam kondisi yang cukup baik.

"Kalau melihat kondisinya cukup baik. Belum bisa diprediksi berapa lama (pulihnya) tapi kami akan evaluasi hari ketujuh dan ke-14," tutur dia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved