Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

KASUS SUBANG TERBARU, Asal Muasal Ember Biru untuk Bersihkan Sidik Jari Terkuak, Yosef Bersumpah ini

Teka-teki kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat sedikit demi sedikit mulai terungkap. 

Editor: Musahadah
youtube kompas tv/tribun jabar
Yosef membantah telah menyirami TKP pembunuhan ibu dan anak di Subang. 

Benarkah Yosef berganti pakaian saat itu? 

Yosef tidak membantahnya. 

Diakuinya, setelah terungkapnya kasus itu, dia langsung diperiksa di Polsek Jalancagak. 

Dalam pemeriksaan itu terungkap adanya noda darah di dekat kancing kaos dan celana. 

"Kebetulan waktu itu kita tdak terasa. Dalam pemeriksaan kita tidak sadar pada waktu itu . DI situ ada sedikit noda dekat kancing. Terus di bawahnya ada setitik noda juga di celana," katanya. 

Temuan itu pun membuat polisi menyita kaus dan celana Yosef sebagai bukti pembanding. 

Dan saat itu pun dia harus berganti pakaian di polsek. 

"Kita difoto itu langsung dibuka di kantor polisi.
Celana itu diganti di kantor polisi, di polsek jalancagak, disaksikan penydiik.

Kata pak mul, ini bukan alat bukti, tapi ini hanay pembanding. Karena alat bukti alat yang dipakai pelaku," katanya. 

Setelah pakaiannya dibawa polisi, Yosef dipinjami kaus putih dan celana oleh sang adik, Mulyana.

"Saya gak pulang lagi. Sudah tidak bisa masuk ke rumah.
Makanya baju-baju itu bukan punya bapak. Termasuk celana pinjam," katanya. 

Terkait banyaknya asumsi yang kembali menyudutkan dia, Yosef mengaku ikhlas. 

"Sekalipun banyak netizen membuat apapun kepada saya, saya terima. Daripada saya menjelekkan orang lain leboh baik dijelekkan orang. Nanti juga Allah akan membuktikan mana yang benar atau yang salam. Kepada polisi, jaksa bisa berbohong. Tapi nanti di pengadilan tidak ada yang bisa berbohong," tukasnya. 

Lihat video selengkapnya

Saksi Yosef Hidayah dan lokasi TKP pembunuhan ibu dan anak di Subang. Yosef mengaku heran Danu dan banpol bisa masuk TKP. Ngapain mereka di sana?
Saksi Yosef Hidayah dan lokasi TKP pembunuhan ibu dan anak di Subang. Yosef mengaku heran Danu dan banpol bisa masuk TKP. Ngapain mereka di sana? (Kolase TribunJabar)

Curiga 4 Orang

Terkait kasus yang telah melenyapkan istri dan anaknya, Yosef membongkar perilaku aneh empat orang yang sebelumnya menjadi karyawan di yayasan Bina Prestasi Nasional. 

Mereka adalah Wahyu (Kepala SMK Bina Prestasi Nasional), Muhammad Ramdanu alias Danu, Kosasih dan Opik. 

Keempatnya belum pernah mengucapkan bela sungkawa kepada dia atas meninggalnya Tuti dan Amel yang sebelumnya menjadi pimpinannya. 

"Betul, semua timnya itu (Danu, Wahyu, Kosasih, Opik), tidak pernah datang sampai sekarang," kata Yosef di channel yang sama. 

Khusus untuk Wahyu, Yosef mengaku bingung dengan sikapnya yang seolah-olah takut padanya. 

Dia pun menuntut pertanggungjawaban Wahyu. 

"Saya lebih bingung. kenapa wahyu takut sama saya?

Dia itu sebagai kasek, harus mempertanggungjawabkan atas segala pertanggungjawabannya

Dari kejadian ini, saya diminta pokoknya pak wahyu terlibat atau tidak terlibat harus ada rasa tanggungjawab dulu. Kenapa harus takut sama saya," katanya. 

Yosef juga mengungkap kecurigaan dari saat Wahyu, Danu, Kosasih dan Opik bersama-sama sebelum kejadian, karena itu dia pun menjulukinya sebagai tim.

"Terakhir juga hari Senin, mereka berempat, Danu, Wahyu, Kosasih dan Opik.
Sekitar jam 10.30 jam 11.00 an lah," ungkapnya.  (tribun jabar/berbagai sumber)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved