Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

KASUS SUBANG TERBARU, Asal Muasal Ember Biru untuk Bersihkan Sidik Jari Terkuak, Yosef Bersumpah ini

Teka-teki kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat sedikit demi sedikit mulai terungkap. 

Editor: Musahadah
youtube kompas tv/tribun jabar
Yosef membantah telah menyirami TKP pembunuhan ibu dan anak di Subang. 

SURYA.CO.ID - Teka-teki kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat sedikit demi sedikit mulai terungkap. 

Kini, asal muasal ember biru yang diduga dipakai pelaku untuk membersihkan sidik jari setelah membunuh Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu, akhirnya diketahui.

Menurut Yosef Hidayah, suami korban Tuti, ember itu biasanya diletakkan di dekat mesin cuci dalam rumahnya. 

"Itu untuk air cadangan, minuman gitu

Kalau kehabisan beli Aqua kadang-kadang pake... kadang-kadang

Itu untuk menyimpan air," katanya dikutip dari channel youtube Koin Seribu 77, pada Senin (18/4/2022). 

Baca juga: UPDATE PEMBUNUHAN SUBANG: Siapa Saksi yang Disebut Yosef Dapat Gigitan Anjing? Dan Sosok Caddy Golf

Diakui Yosef, ember itu dibeli oleh korban Tuti Suhartini

Yosef juga membantah sempat menyirami TKP dengan ember biru tersebut.

"Itu berita, maaf sangat bertentangan dengan yang sebenarnya.

Itu opini liar, saya tidak sama sekali melakukan seperti itu," tegasnya. 

Mengenai kabar dia datang ke lokasi tanpa membawa motor pun dianggap keliru. 

Dia pastikan pagi itu dia datang menggunakan motor. 

"Dengan kejadian ini semoga cepat berlalu, cepat selesai. siapapun pelakunya dihukum seberat-beratnya," tukasnya. 

Yosep memastikan tidak akan main-main dalam kasus pembunuhan istri dan anaknya. 

Seperti diketahui, ember biru itu ditemukan di pelataran rumah berisi air yang diduga dipakai pelaku untuk mengapus sidik jadi di mobil Alphard maupun sekitar lokasi kejadian. 

Akibatnya, penyidik kesulitan menemukan sidik jari pelaku di lokasi kejadian. 

Terkait hal ini, Yosef dengan lantang menegaskan tidak akan main-main dalam kasus yang telah merenggut istri dan anaknya.

Dia pun meminta agar pelakunya nanti mendapat hukuman mati.

"Harapan saya kepada pelaku untuk diberikan hukuman seberat-beratnya, hukuman mati itu saja karena telah merenggat dua almarhum anak dan istri kesayangan saya," katanya. 

Yosef juga memastikan tidak akan mudah memaafkan, jika pelaku nantinya meminta maaf padanya. 

"Memafkan memang mudah, namun namanya hutang nyawa, saya gak bisa memaafkan begitu saja. Saya minta penegak hukum memberikan hukuman seberat-beratnya. Tidak ada toleransi," katanya. 

Apalagi, lanjut Yosef, nama baiknya sudah banyak dicemarkan dan diframing.

"Tidak ada ampun," tegasnya. 

CCTV Bocor

Tangkapan layar CCTV diduga Yosef viral di media sosial. Ada perbedaan di pakaian Yosef di hari kejadian.
Tangkapan layar CCTV diduga Yosef viral di media sosial. Ada perbedaan di pakaian Yosef di hari kejadian. (youtube Misteri Mbak Suci)

Sebelumnya beredar foto tangkapan layar CCTV yang memperlihatkan sesosok pria diduga saksi Yosef Hidayah tengah melintas di jalan di pagi hari saat pembunuhan terjadi, pada 18 Agustus 2021. 

Dalam foto yang diunggah channel youtube Misteri Mbak Suci itu tampak sang pria mengenakan topi, jaket merah, celana putih, sandal dan mengendarai motor Scoppy. 

Sosok ini tertangkap kamera milik warga Ciseuti pukul 06.50 WIB. 

Jarak antara CCTV dengan TKP pembunuhan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu hanya memerlukan waktu maksimal 5 menit. 

Baca juga: UPDATE PEMBUNUHAN SUBANG, Saudara Tuti Dituding Berbohong Gara-gara Danu, Yosef Bantah Sirami TKP

Jika benar itu Yosef maka, dipastikan Yosef sudah berada di TKP pukul 06.55 WIB. 

Namun menurut penuturan Rohman Hidayat dan Yosef di media, dia baru di TKP pukul 07.15. 

Berarti ada selisih waktu 20 menit. 

"Keterangan Rohman pukul 06.58 Yosef saat itu di Cijengkol telpon Cady janjian golf. Sedang jam 06.50 sudah di ciseuti?
Pukul 07.30 Yosef temui pak ujang, berarti ada waktu lama di dalam tkp," tulis channel youtube Misteri Mbak Suci atas temuan ini.

Selain perbedaan waktu CCTV dan pengakuan Yosef, ada juga perbedaan pakaian yang dikenakan. 

Di CCTV tampak Yosef mengenakan celana putih, namun dari video dan foto yang diambil seusai kejadian, Yosef tampak mengenakan celana abu-abu. 

Lihat video selengkapnya

Di bagian lain, Yosef mengaku heran dengan beredarnya foto CCTV tersebut. 

"Oh iya..saya juga merasa heran, kok bisa tersiar, CCTV kok bisa sampai bocor itu," kaya Yosef dikutip dari tayangan youtube Koin Seribu 77. 

Menurut Yosef, CCTV itu ranah penyidik, dan dia kurang mengetahui hal itu. 

Dengan beredarnya CCTV ini, menurutnya telah melanggar kode etik,

"Berarti sudah melanggar kode etik itu. Itu harus lebih ini kan penyidik.
Itu yang saya heran, kenapa bisa bocor begitu," katanya. 

Saat ditanyakan apakah benar sosok di foto itu dia, Yosef enggan memastikan.

Saya gak berani bicara ya atau tidak.

Itu ranah peyidik. Saya tidak bisa mengungkapkan masalah itu," katanya. 

Meski tak mengiyakan mengenai sosok itu, Yosef justru mengungkap fakta adanya perbedaan pakaian yang dikenakan dengan yang ada di foto itu. 

Seperti diketahui, dari foto CCTV itu terlihat Yosef mengenakan celana putih, sementara yang terungkap di media setelah kejadian, Yosef memakai celana abu-abu. 

Benarkah Yosef berganti pakaian saat itu? 

Yosef tidak membantahnya. 

Diakuinya, setelah terungkapnya kasus itu, dia langsung diperiksa di Polsek Jalancagak. 

Dalam pemeriksaan itu terungkap adanya noda darah di dekat kancing kaos dan celana. 

"Kebetulan waktu itu kita tdak terasa. Dalam pemeriksaan kita tidak sadar pada waktu itu . DI situ ada sedikit noda dekat kancing. Terus di bawahnya ada setitik noda juga di celana," katanya. 

Temuan itu pun membuat polisi menyita kaus dan celana Yosef sebagai bukti pembanding. 

Dan saat itu pun dia harus berganti pakaian di polsek. 

"Kita difoto itu langsung dibuka di kantor polisi.
Celana itu diganti di kantor polisi, di polsek jalancagak, disaksikan penydiik.

Kata pak mul, ini bukan alat bukti, tapi ini hanay pembanding. Karena alat bukti alat yang dipakai pelaku," katanya. 

Setelah pakaiannya dibawa polisi, Yosef dipinjami kaus putih dan celana oleh sang adik, Mulyana.

"Saya gak pulang lagi. Sudah tidak bisa masuk ke rumah.
Makanya baju-baju itu bukan punya bapak. Termasuk celana pinjam," katanya. 

Terkait banyaknya asumsi yang kembali menyudutkan dia, Yosef mengaku ikhlas. 

"Sekalipun banyak netizen membuat apapun kepada saya, saya terima. Daripada saya menjelekkan orang lain leboh baik dijelekkan orang. Nanti juga Allah akan membuktikan mana yang benar atau yang salam. Kepada polisi, jaksa bisa berbohong. Tapi nanti di pengadilan tidak ada yang bisa berbohong," tukasnya. 

Lihat video selengkapnya

Saksi Yosef Hidayah dan lokasi TKP pembunuhan ibu dan anak di Subang. Yosef mengaku heran Danu dan banpol bisa masuk TKP. Ngapain mereka di sana?
Saksi Yosef Hidayah dan lokasi TKP pembunuhan ibu dan anak di Subang. Yosef mengaku heran Danu dan banpol bisa masuk TKP. Ngapain mereka di sana? (Kolase TribunJabar)

Curiga 4 Orang

Terkait kasus yang telah melenyapkan istri dan anaknya, Yosef membongkar perilaku aneh empat orang yang sebelumnya menjadi karyawan di yayasan Bina Prestasi Nasional. 

Mereka adalah Wahyu (Kepala SMK Bina Prestasi Nasional), Muhammad Ramdanu alias Danu, Kosasih dan Opik. 

Keempatnya belum pernah mengucapkan bela sungkawa kepada dia atas meninggalnya Tuti dan Amel yang sebelumnya menjadi pimpinannya. 

"Betul, semua timnya itu (Danu, Wahyu, Kosasih, Opik), tidak pernah datang sampai sekarang," kata Yosef di channel yang sama. 

Khusus untuk Wahyu, Yosef mengaku bingung dengan sikapnya yang seolah-olah takut padanya. 

Dia pun menuntut pertanggungjawaban Wahyu. 

"Saya lebih bingung. kenapa wahyu takut sama saya?

Dia itu sebagai kasek, harus mempertanggungjawabkan atas segala pertanggungjawabannya

Dari kejadian ini, saya diminta pokoknya pak wahyu terlibat atau tidak terlibat harus ada rasa tanggungjawab dulu. Kenapa harus takut sama saya," katanya. 

Yosef juga mengungkap kecurigaan dari saat Wahyu, Danu, Kosasih dan Opik bersama-sama sebelum kejadian, karena itu dia pun menjulukinya sebagai tim.

"Terakhir juga hari Senin, mereka berempat, Danu, Wahyu, Kosasih dan Opik.
Sekitar jam 10.30 jam 11.00 an lah," ungkapnya.  (tribun jabar/berbagai sumber)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved