Berita Madiun

PPKM Level 4 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Pikir Ulang Lakukan Pengetatan demi Ekonomi Warga

Kota Pecel bisa masuk level 4 lantaran Bed Occupancy Rate (BOR) di 8 rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Madiun sedang tinggi.

tribun jatim/sofyan arif candra
Wali Kota Madiun Maidi ditemui di Taman Sumber Wangi, Jalan Pahlawan, Kota Madiun 

SURYA.CO.ID, MADIUN - Kota Madiun masuk ke dalam daerah dengan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 12 Tahun 2022 Kota Madiun masuk PPKM level 4 mulai Selasa (22/2/2022) hingga Senin (28/2/2022).

Menindaklanjuti Inmendagri tersebut, Wali Kota Madiun Maidi akan melakukan analisa terlebih dahulu sebelum mengambil kebijakan pengetatan.

Menurut Maidi, Kota Pecel bisa masuk level 4 lantaran Bed Occupancy Rate (BOR) di 8 rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Madiun sedang tinggi.

Baca juga: Sepekan Diresmikan, Isoter SKB Blimbing Kota Malang Terisi 32 Pasien Covid-19

Padahal pasien yang dirawat bukan hanya dari Kota Madiun, namun pasien dari kabupaten/kota sekitar juga.

"BOR kita memang naik, tapi itu bukan semuanya orang Kota Madiun sedangkan di Kota Madiun yang kena (Covid-19) kecil, maka pengetatan gerak ini masih kita kaji," kata Maidi, Selasa (22/2/2022).

Namun begitu sebenarnya Maidi tidak mempersalahkan naiknya BOR tersebut, karena semua warga negara Indonesia (WNI) harus dirawat dengan baik dimanapun berada.

Yang menjadi masalah adalah aturan pengetatan yang mengiri penerapan PPKM level 4 yang dikhawatirkan akan menurunkan roda perekonomian masyarakat Kota Madiun.

Baca juga: Satgas Pangan Antisipasi Penimbunan Minyak Goreng di Gudang Distributor Kabupaten Mojokerto

"Kalau kita level 4, jam 6 sore lampu harus mati, masuk kota tidak boleh, mal juga hanya beroperasi 25 persen, ya selesai kita. Padahal yang sakit daerah sekitar," lanjutnya.

Untuk itu lah, orang nomor satu di Kota Madiun ini masih akan mencari jalan tengah agar ekonomi masyarakat tetap bisa berjalan di tengah penerapan PPKM level 4.

Baca juga: Keseruan Pelajar SD Vaksinasi Covid-19 Didampingi Kapolres Gresik, Kaget Sampai Ajak Tos

Lebih lanjut, untuk kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Mantan Sekda Kota Madiun ini masih mengizinkan dilaksanakan dengan kuota 30-50 persen.

Namun jika ditemukan penularan Covid-19 di sekolah tersebut, maka PTM harus ditutup.

"Harus off 7 hari atau 10 hari (jika terjadi penularan) baru bisa masuk lagi," pungkasnya.

BACA BERITA MADIUN LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved