FAKTA-FAKTA Covid-19 di Bangkalan: 4 Kecamatan Mikro Lockdown, 1 Orang Positif Kabur ke Surabaya
Berikut ini fakta-fakta terkait melonjaknya angka kasus Covid-19 di Bangkalan, Madura.
Penulis: Samsul Arifin | Editor: Musahadah
SURYA.CO.ID, BANGKALAN - Berikut ini fakta-fakta terkait melonjaknya angka kasus Covid-19 di Bangkalan, Madura.
Data yang dirilis Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan yang disampaikan Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Bangkalan menyebutkan, sejak 25 Mei-3 Juni 2021 tercatat sebanyak 48 orang positif Covid-19.
Dari jumlah itu, ada 8 orang meninggal dunia.
Data ini lalu diperbarui Jumat (4/6/2021) menunjukan penambahan 5 orang positif terkonfirmasi.
Total pasien positif di Kabupaten Bangkalan sejumlah 1.750 orang.
Baca juga: Warga Bangkalan Positif Covid-19 yang Sempat Kabur ke Arah Surabaya Akhirnya Ditemukan
Kecamatan Arosbaya kini kembali zona merah setelah beberapa bulan terakhir Kabupaten Bangkalan terbebas dari zona merah.
Berikut fakta-faktanya:
1. Mikro lockdown 4 kecamatan
Polda Jatim bereaksi cepat dengan melakukan mikro lockdown di 4 kecamatan yang kasusnya tinggi.
Yakni, Kecamatan Bangkalan, Arosbaya, Klampis, Geger.
Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, mengatakan, kini pihaknya masih berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Polres Bangkalan.
Penyemprotan disinfektan di empat kecamatan zona rawan juga segera dilalukan.
Serta meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan operasi yustisi di tempat keramaian, dan melakukan pembagian masker di kawasan zona rawan.
Tak hanya itu, penanganan di perbatasan Surabaya Madura pihaknya terus melakukan giat swab antigen yang dilakukan oleh Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Bagi warga Bangkalan dan Surabaya yang akan bepergian diimbau membawa surat bebas COVID-19 karena pos penyekatan diperkatat.