Breaking News:

OTT KPK Bupati Nganjuk

Terungkap Sosok M Izza Muhtadin Ajudan Bupati Nganjuk, Honorer Pengepul Uang Suap Jual Beli Jabatan

Terungkap sosok M Izza Muhtadin, ajudan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat yang ikut kena OTT KPK, Minggu (9/5/2021). Izza merupakan pegawai honorer.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Iksan Fauzi
Kolase Pemkab Nganjuk/Kompas.com
Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat. Foto kanan : ilustrasi uang. KPK menetapkan Novi Rahman Hidayat, 5 camat dan ajudan bupati menjadi tersangka dugaan jual beli jabatan di Nganjuk. Tarif jual beli jabatan antara Rp 10 juta hingga Rp 15 juta. Namun, ada yang mencapai Rp 150 juta. 

SURYA.CO.ID - Terungkap sosok M Izza Muhtadin, ajudan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat yang ikut kena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KP), Minggu (9/5/2021).

M Izza Muhtadin setahun ini menjadi ajudan Bupati Nganjuk. Statusnya masih honorer alias pekerja lepas harian (PLH) di Pemerintah Kabupaten Nganjuk. 

Dari M izza Muhtadin inilah, Novi Rahman Hidayat mendapatkan uang setoran diduga suap jual beli jabatan dari para camat dan kepala desa.

M izza Muhtadin bisa dikatakan sebagai pengepul uang suap jual beli jabatan tersebut. Para camat atau kepala desa yang ingin mendapatkan jabatan mentereng, biasanya setor uang kepada Izza terlebih dahulu. 

Menurut keterangan dari Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Pol Argo Yuwono, Bupati Nganjuk Novi Rahman mematok suap jual beli jabatan paling murah Rp 2 juta hingga termahal Rp 50 juta.

Tarif yang dipatok Bupati Nganjuk tergantung posisi atau level struktur jabatan tersebut. Di antaranya mulai dari jabatan di perangkat desa hingga tingkat kecamatan.

Kini, Izza bersama Novi Rahman Hidayat dan 6 orang lainnya berstatus tersangka dugaan jual beli jabatan

Sebelumnya, mereka ditangkap KPK bersama Bareskrim Polri di saat Bupati Nganjuk menerima para camat dan kades yang membawa uang Rp 700 juta.

Argo Yuwono mengatakan, modus operandi kasus ini berawal dari para camat yang memberikan sejumlah uang kepada Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat.

"Sejumlah uang itu diberikan melalui ajudan Bupati terkait mutasi dan promosi jabatan mereka dan pengisian jabatan tingkat kecamatan di jajaran Kabupaten Nganjuk," kata Argo dalam konferensi pers di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta dalam tayangan Kompas TV, Selasa (11/5/2021).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved