Rabu, 15 April 2026

Apotek Online Lifepack

LIFEPACK: Mengenal 2 Jenis Insomnia, Ini Gejala, Penyebab hingga Cara Mengatasinya

Penjelasan 2 jenis insomnia beserta gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya.

Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi | Editor: Musahadah
Freepik by 2 jcomp
Ilustrasi penderita insomnia 

Insomnia sekunder dapat disebabkan oleh berbagai hal, misalnya:

●       Gangguan kejiwaan seperti depresi, gangguan cemas
●       Penggunaan obat-obatan
●       Rasa nyeri yang muncul pada malam hari
●       Kafein, rokok, dan alkohol
●       Gangguan hormonal seperti hipertiroid

Diagnosis

Untuk mendiagnosis insomnia, diperlukan anamnesis yang lengkap dan rinci pada pasien.

Gejala yang sering dikeluhkan pasien insomnia adalah kesulitan untuk memulai tidur atau mempertahankan tidur.

Pasien biasanya mengeluhkan bahwa dibutuhkan waktu tiga puluh menit atau lebih untuk memulai tidur atau untuk kembali tidur setelah terbangun pada malam hari.

Dokter akan menanyakan mengenai riwayat penyakit, riwayat pengobatan, dan pola tidur pasien.

Untuk memastikan pola tidur pasien, dokter dapat meminta pasien untuk mencatat jadwal tidur selama dua minggu atau lebih untuk melihat pola tidur pasien. 

Pada insomnia juga terjadi gangguan fungsi pada siang hari, misalnya:

●       Kelelahan
●       Rasa mengantuk pada siang hari
●       Sulit berkonsentrasi
●       Berkurangnya motivasi atau energi untuk beraktivitas

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang untuk menyingkirkan diagnosis penyakit lain yang mungkin mendasari terjadinya insomnia.

Konsultasikan ke dokter jika anda merasa mengalami insomnia.

Pengobatan

Pengobatan insomnia secara luas dapat dikategorikan menjadi pengobatan non-farmakologis (tanpa menggunakan obat-obatan) dan terapi farmakologi (menggunakan obat-obatan).

Terapi non-farmakologis yang dapat dilakukan adalah dengan terapi perilaku kognitif (Cognitive-behavioral Therapy/CBT).

  1. Beberapa hal yang dapat dilakukan pada terapi perilaku kognitif adalah:
  2. Terapi pembatasan tidur (SRT): membatasi waktu untuk berada di tempat tidur.
  3. Terapi pengendalian rangsangan: membantu mengubah kebiasaan tidur pasien. Tempat tidur hanya boleh digunakan untuk tidur, bukan untuk menonton televisi atau membaca buku.
  4. Pelatihan relaksasi: seperti meditasi dan latihan pernapasan
  5. Hipnosis
  6. Sleep hygiene (kebiasaan tidur yang baik.
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved