Sabtu, 9 Mei 2026

Sering Lari? Ini 4 Cedera Kaki dan Pergelangan Kaki yang Harus Diwaspadai

Pelari dapat menjalani Medical Check-Up (MCU) Runner di Mayapada Hospital sebagai pemeriksaan lengkap yang dirancang khusus bagi pelari.

Tayang:
Editor: Dyan Rekohadi
Surya.co.id
ILUSTRASI 

SURYA.CO.ID - Lari merupakan salah satu olahraga yang paling populer dan praktis.

Selain membantu menjaga kebugaran dan kesehatan jantung, aktivitas ini juga efektif untuk menjernihkan pikiran serta meredakan stres.

Namun, di balik manfaatnya, lari tetap memiliki risiko cedera, terutama pada area kaki dan pergelangan kaki (foot and  ankle) yang menjadi penopang utama tubuh saat berlari.

Cedera pada area ini kerap terjadi akibat penggunaan berulang (overuse), teknik berlari yang kurang tepat, hingga pemilihan sepatu yang tidak sesuai. Salah satu pemicu utamanya adalah latihan berlebihan tanpa disertai waktu pemulihan yang cukup.

Menjelaskan kondisi tersebut, dr. Alvin Danio Harta Da Costa, Sp.OT, Subsp.CO(K) dari Mayapada Hospital Bandung mengatakan, “Kondisi ini terjadi ketika otot, tendon, atau tulang menerima tekanan berulang tanpa waktu pemulihan yang memadai, sehingga jaringan tubuh tidak pulih secara optimal dan lebih rentan mengalami cedera.”

Beberapa cedera yang paling sering dialami pelari adalah plantar fasciitis, achilles tendinitis, ankle sprain (keseleo pergelangan kaki), dan stress fracture. Plantar fasciitis terjadi ketika jaringan di telapak kaki meradang, sehingga menimbulkan nyeri di tumit, terutama saat melangkah di pagi hari.

Sementara, achilles tendinitis adalah peradangan pada tendon yang menghubungkan otot betis dengan tumit, biasanya menimbulkan nyeri di bagian belakang pergelangan kaki saat berlari atau menaiki tangga.

Ankle sprain sendiri kerap terjadi akibat ligamen di pergelangan kaki terkilir secara tiba-tiba, sedangkan stress fracture muncul ketika intensitas latihan meningkat terlalu cepat tanpa memberi tulang waktu untuk beradaptasi.

Lebih lanjut, dr. Alvin menyampaikan, “Cedera ini umumnya menimbulkan gejala seperti nyeri di telapak kaki, tumit, atau pergelangan kaki, pembengkakan, serta ketidaknyamanan saat berjalan atau berlari. Jika tidak ditangani dengan tepat, cedera ringan pun dapat berkembang menjadi kondisi kronis yang memerlukan waktu pemulihan lebih lama.”

Untuk mencegah cedera, pelari dapat melakukan beberapa langkah sederhana, seperti pemanasan (stretching) sebelum berlari, meningkatkan intensitas latihan secara bertahap, menggunakan sepatu yang sesuai, serta memberi tubuh waktu istirahat yang cukup.

Selain itu, pelari dapat menjalani Medical Check-Up (MCU) Runner di Mayapada Hospital sebagai pemeriksaan lengkap yang dirancang khusus bagi pelari.

Tak hanya itu, bagi yang membutuhkan evaluasi medis, pemeriksaan dapat dilanjutkan ke Orthopedic Center dengan
layanan yang mencakup penanganan gangguan muskuloskeletal, deteksi cedera sejak dini, saran latihan yang aman, serta program rehabilitasi.

Seluruh layanan didukung oleh teknologi diagnostik modern dan tim dokter multidisiplin berpengalaman.

Bagi pelari yang ingin meningkatkan performa fisik, Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) menyediakan layanan komprehensif, mulai dari skrining, pencegahan, hingga penanganan cedera dan program peningkatan performa.

Layanan ini dilengkapi dengan fasilitas lengkap, seperti gym, VO2 Max, dan Body Composition Analysis, yang mendukung program latihan secara optimal.

Informasi lengkap seputar layanan kesehatan di Mayapada Hospital dapat diperoleh melalui aplikasi MyCare dengan mengunjungi fitur Health Articles & Tips.

Aplikasi ini juga dilengkapi fitur Personal Health untuk memantau kebugaran, seperti langkah kaki, detak jantung, kalori terbakar, dan Body Mass Index (BMI)

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved