Rabu, 20 Mei 2026

Berita Kesehatan

Sering Ngorok dan Bangun Tak Segar? Bisa Jadi Tanda Sleep Apnea

Sleep apnea kerap tak disadari karena dianggap sekadar ngorok. Padahal kondisi ini bisa memicu penyakit jantung hingga stroke.

Tayang:
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Cak Sur
istimewa/Dokumen Lab Pramita
GANGGUAN TIDUR - Direktur Resindo Center For Healthy Sleep, Andini Ekawati, tengah melakukan pemeriksaan terkait sleep apnea di Lab Pramita Surabaya pada Minggu (17/5/2026). Kondisi ini ditandai dengan kebiasaan ngorok hingga henti napas berulang saat tidur. 

Ringkasan Berita:
  • Sleep apnea menjadi gangguan tidur yang sering tidak disadari karena gejalanya dianggap sekadar ngorok atau kurang tidur.
  • Kondisi ini dapat menyebabkan henti napas berulang saat tidur hingga meningkatkan risiko penyakit jantung, hipertensi, dan stroke.
  • Ahli tidur mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap dengkuran sebagai hal normal dan segera melakukan pemeriksaan jika mengalami gejala.

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sleep apnea menjadi gangguan tidur yang kerap tidak disadari masyarakat, padahal kondisi ini dapat berdampak serius terhadap kesehatan tubuh.

Gangguan tersebut, ditandai dengan kebiasaan ngorok hingga henti napas berulang saat tidur yang membuat kualitas istirahat menurun dan tubuh kekurangan oksigen.

Direktur Resindo Center For Healthy Sleep, Andini Ekawati, mengatakan bangwa masih banyak masyarakat yang belum memahami bahaya sleep apnea karena gejalanya sering dianggap biasa.

“Orang sering tidak tahu sleep apnea itu apa. Tapi biasanya sadar kalau dirinya ngorok. Padahal pasien sleep apnea umumnya mengalami dengkuran keras, bangun tidur tidak segar, mudah mengantuk, bahkan pusing saat pagi hari,” ujar Andini, Rabu (20/5/2026).

Ngorok Bisa Jadi Tanda Gangguan Pernapasan

Menurut Andini, penderita sleep apnea sering merasa sudah tidur cukup lama, tetapi kualitas tidurnya sebenarnya buruk.

Akibatnya, tubuh tetap terasa lelah dan mudah mengantuk meski aktivitas baru dimulai sejak pagi hari.

“Baru bangun pagi, beberapa jam kemudian sudah mengantuk lagi kalau tidak minum kopi. Banyak yang tidak sadar kalau kondisi ini berbahaya,” katanya.

Ia menjelaskan sleep apnea merupakan kondisi “silent killer” karena penderita kerap tidak menyadari adanya henti napas saat tidur.

Berikut Gejala Sleep Apnea yang Perlu Diwaspadai

  • Dengkuran keras saat tidur atau ngorok terus-menerus.
  • Bangun tidur terasa tidak segar dan tubuh tetap lelah.
  • Mudah mengantuk di pagi atau siang hari.
  • Sering pusing setelah bangun tidur.
  • Henti napas berulang saat tidur tanpa disadari.

Berkaitan dengan Risiko Jantung dan Stroke

Andini menegaskan, kondisi sleep apnea memiliki hubungan erat dengan berbagai penyakit serius seperti hipertensi, gangguan jantung hingga stroke.

“Ketika napas berhenti, oksigen tidak masuk optimal ke tubuh. Itu yang membuat sleep apnea berkaitan dengan gangguan jantung dan stroke,” jelasnya.

Menurutnya, sleep apnea tidak bisa disembuhkan hanya dengan obat-obatan.

Penanganannya dilakukan melalui perubahan gaya hidup seperti menjaga berat badan ideal, memperbaiki posisi tidur, hingga penggunaan alat bantu napas khusus saat tidur.

Untuk mendeteksi kondisi tersebut, pasien dapat menjalani sleep diagnostic test menggunakan alat khusus yang dipasang saat tidur.

Pemeriksaan itu dilakukan untuk merekam pola pernapasan, kadar oksigen, detak jantung hingga aktivitas otot dada selama pasien tidur semalam penuh.

“Pasien tetap tidur seperti biasa di rumah. Besok paginya alat dilepas lalu data diperiksa untuk mengetahui berapa kali terjadi henti napas selama tidur,” terang Andini.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved