Kuliner
Empat Kuliner Khas Gresik yang Patut Dicoba, Mulai Nasi Krawu Hingga Ikan Sembilang
Terdapat dua jenis serundeng, yaitu serundeng kuning yang gurih dan serundeng merah dengan rasa pedas.
Penulis: Wiwit Purwanto | Editor: Titis Jati Permata
Berjalan ke arah barat lagi maka akan ketemu dengan alon alon Sidayu.
Nah di sekitar alon alon Sidayu ini ada kuliner yang banyak jadi jujugan orang di dalam perjalanan ke Gresik, yakni sate laler.
Kudapan sate, banyak orang sudah mengenalnya, biasanya sate biasa dengan porsi daging yang cukup tebal.
Di Gresik ternyata ada sate berukuran kecil, namanya sate laler.
Nama sate laler atau lalat ini hanyalah sebuah nama, karena ukuran daging yang ditawarkan kepada para pelanggan cukup kecil dibanding ukuran daging sate biasanya.
Daging yang digunakan adalah daging kambing muda.
Tekstur daging yang kenyal dan bumbu kacang membuat para penikmat sate akan ketagihan mencobanya.
Sate laler ini merupakan salah satu kuliner wajib jika berkunjung di Gresik saat malam hari.
Lokasinya berada di pojok Alun-alun Sidayu, Kecamatan Sidayu.
Seporsi sate laler irisan daging kambing muda kecil kecil dengan bumbu kacang.
Pedagang sate ini punya ciri khas dari penampilan depan hingga mudah dijumpai.
Yakni sate dijual dengan cara lesehan dan ditempatkan di rombong pikul dari bambu. Lonjoran bambu dibiarkan sebagai tempat menggantung kambing yang sudah dipotong.
Selain itu ciri khas lain, warung sate ini bersuasana remang-remang. Tidak ada lampu terang yang menerangi tempat ini.
Penjual hanya memasang cahaya lampu teplok berkekuatan 2,5 watt atau lampu obor dari api yang dipasang di depan.
Suasananya masih sama seperti saat pertama buka.
Meski dihidangkan dengan ukuran yang kecil. Ternyata, pecinta kuliner sate laler ini mampu menarik minat para pejabat di Kabupaten Gresik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ikan-sembilang-masak-kuning-kuliner-khas-kabupaten-gresik.jpg)