Breaking News:

KPK

Sosok Arief Poyuono, Politisi Gerindra Minta Jokowi Bubarkan KPK karena Jadi Sarang Makelar Kasus

Sosok Arief Poyuono, politisi Partai Gerindra yang blak-blakan mendesak Presiden Jokowi membubarkan KPK lantaran dianggap jadi sarang makelar kasus.

Kolase KOMPAS.com/IRFAN KAMIL/Istimewa
Penyidik KPK memperlihatkan barang bukti berupa buku tabungan dan dokumen lainnya yang disita KPK terkait perkara Wali Kota Tanjungbalai, Kamis (22/4/2021). Foto kanan : Mengomentari kasus ini, politisi Partai Gerindra, Arief Poyuono mendesak Presiden Jokowi membubarkan KPK yang dinilai tak lagi menjadi lembaga extra ordinary. Bahkan, saat ini KPK kalah jau dari Kepolisian maupun Kejaksaan. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Berikut ini sosok Arief Poyuono, politisi Partai Gerindra yang blak-blakan meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) membubarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Arief menganggap lembaga anti rasuah itu sudah menjadi sarang ular alias sarang makelar kasus dengan ditetapkannya penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju (SRP) jadi tersangka dugaan pemerasan.

Mengapa Arief Poyuono mendesak Presiden Jokowi segera membubarkan KPK? Arief menilai, KPK tak lagi menjadi lembaga extra ordinary.

Selain alasan tertangakapnya penyidik AKP SRP tersebut, rupanya, ada kasus lain yang membuat Arief melontarkan kritikan keras tersebut.

Sebelum kasus AKP SRP terungkap, secara mengejutkan seorang pegawai KPK juga terbukti mencuri emas batangan dengan berat nyaris 2 kilogram.

Arief Poyuono mengatakan sudah saatnya KPK dibubarkan, karena terjadi skandal korupsi di tubuh lembaga antirasuah itu sendiri.

"Ini sudah memenuhi syarat untuk KPK dibubarkan."

"Di mana KPK yang merupakan lembaga extra ordinary penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi."

"Yang saat dibentuk karena kurangnya kepercayaan publik pada institusi penegak hukum Polri dan Kejaksaan," ujar Arief kepada wartawan, Jumat (23/4/2021).

"KPK harus dibubarkan karena KPK terus digerogoti skandal korupsi di tubuh mereka sendiri."

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved