Liputan Khusus

Restu Merasa Bugar Setelah Jalani Terapi Plasma Konvalesen

Pada hari ketiga perawatan, dokter menyarankannya untuk terapi plasma konvalesen.

SURYA.CO.ID/Didik Mashudi
Foto Ilustrasi, kantor PMI tempat kegiatan donor darah plasma konvalesen 

"Aku tambah power. Yang aku rasakan aku tidak selemas sebelumnya," ungkapnya.

Setelah menjalani terapi konvalesen, Restu masih harus menjalani masa pemulihan, dengan tetap diinfus dengan cairan khusus penambah daya tahan tubuh.

Sehingga membuat tubuhnya terus mengarah pada pemulihan, dalam durasi waktu yang terbilang cepat.

Kendati demikian tak lantas membuat Covid-19 hilang dari tubuhnya.
Seingat Restu, dirinya telah menghabiskan masa perawatan di RS sekitar sebulan.

Setelah menjalani empat kali swab test dengan hasil negatif Covid-19 secara konsisten, Restu pun akhirnya diperbolehkan keluar dari RS.

Ia lalu menjalani pemulihan mandiri di rumah 1-2 pekan dan indra penciumannya berangsur pulih.

Sembuh dari Covid-19 dengan pergulatan panjang itu, dimaknainya seperti memperoleh anugerah kesempatan kedua dalam kehidupan.

Kini ia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

Restu mulai peduli dengan kondisi kesehatannya. Caranya, berupaya mengatur pola makan, memperhatikan gizi setiap makanan yang akan dikudapnya.

Dan terpenting, rutin berolahraga, berjemur ditengah terik matahari langsung (caring) dan senam yoga setiap hari.

Sebagai bentuk rasa syukur atas kesembuhan ini. Sejatinya, ia sangat ingin melakukan donor plasma konvalesen. Sayang, dirinya tidak memenuhi kriteria sebagai pendonor.

Oleh karena itu, ia mengimbau pada para penyintas Covid-19, untuk bisa mendonorkan plasma darahnya, sebagai bentuk upaya membantu dalam penyembuhan pasien Covid-19.

"Aku juga pengen sekali ketemu dgn orang yang ngasih aku hidup (plasma darah). Tapi ternyata enggak boleh sama PMI, itu kode etik," pungkasnya.

Keputusan Dokter

Juru Bicara (Jubir) dan Staf Ahli Rumpun Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril Al Farabi mengatakan, semua rumah sakit yang menjadi rujukan penangan pasien Covid-19 dapat memfasilitasi terapi plasma konvalesen.

Sumber: Surya Cetak
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved