Jumat, 24 April 2026

Sekolah Rakyat di Jawa Timur

M Nuh: Sekolah Rakyat di Jatim Harus Jadi Pendidikan Berkeadilan dan Berdampak

Program Sekolah Rakyat di Jawa Timur terus diperkuat agar benar-benar menghadirkan pendidikan yang berkeadilan

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: irwan sy
Dindik Jatim
SEKOLAH RAKYAT - Prof Dr Ir Muhammad Nuh mengisi materi dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat se-Jawa Timur dengan dimoderatori Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai, Jumat (16/1/2026). Nuh menegaskan program Sekolah Rakyat di Jawa Timur harus terus diperkuat agar benar-benar menghadirkan pendidikan yang berkeadilan dan berdampak nyata bagi masyarakat. 

Ringkasan Berita:
  • Program Sekolah Rakyat Jatim diperkuat lewat Bimtek kepala sekolah dan tenaga kependidikan untuk memastikan pendidikan yang berkeadilan dan berdampak.
  • M Nuh menegaskan Sekolah Rakyat adalah wujud nyata kehadiran negara bagi anak-anak paling lemah.
  • Pendidikan dinilai sebagai cara paling beradab memutus rantai kemiskinan, dengan kesetiaan sebagai nilai utama pengelola sekolah.
  • Pemprov Jatim berkomitmen menjadikan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari pendidikan berdampak melalui program Jatim Cerdas.

 

SURYA.co.id | SURABAYA – Program Sekolah Rakyat di Jawa Timur terus diperkuat agar benar-benar menghadirkan pendidikan yang berkeadilan dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut mengemuka dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat se-Jawa Timur, Jumat (16/1/2026), yang dimoderatori langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai dan menghadirkan Prof Dr Ir Muhammad Nuh, negarawan sekaligus pemikir Sekolah Rakyat, sebagai narasumber utama.

Baca juga: 19 Lokasi Sekolah Rakyat SD-SMP-SMA segera Dibangun di Jatim, Target Mulai Pembelajaran Tahun Ini

Dalam pemaparannya, Nuh menekankan bahwa kehadiran negara dalam dunia pendidikan harus dapat dirasakan secara nyata oleh kelompok masyarakat paling lemah.

Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan wujud konkret dari tanggung jawab negara dalam menjamin pendidikan bermutu bagi seluruh anak bangsa.

“Ukuran paling nyata kehadiran negara adalah ketika anak-anak yang paling lemah tetap mendapatkan pendidikan yang bermutu,” ujar mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tersebut.

Nuh juga menegaskan bahwa pendidikan merupakan instrumen paling beradab untuk memutus mata rantai kemiskinan dan ketidakberdayaan.

Kedepankan Kesetiaan

Oleh karena itu, ia berpesan kepada kepala sekolah dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat agar mengedepankan nilai kesetiaan dalam menjalankan amanah.

“Nilai paling utama dalam mengurusi Sekolah Rakyat adalah kesetiaan. Kesetiaan itu melebihi sekadar tanggung jawab dan tugas,” tegas mantan Menteri Pendidikan Nasional tersebut.

Selain itu, Nuh mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki keunikan sebagai modal utama untuk meraih kesuksesan.

Tugas pendidikan, menurutnya, adalah menemukan dan menumbuhkan potensi tersebut melalui kebiasaan-kebiasaan baik yang dibangun secara konsisten.

Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang menginisiasi pelaksanaan bimtek tersebut.

Menurut Prof Nuh, Jawa Timur patut menjadi contoh bagi provinsi lain karena menjadi daerah dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak yang telah beroperasi, yakni di 26 titik.

“Ini harus diapresiasi. Saya belum pernah mendengar provinsi lain melakukan pembinaan Sekolah Rakyat secara sekomprehensif ini. Kepala sekolah dan tenaga kependidikan di Jawa Timur wajib bangga,” ungkapnya.

Sementara itu, Aries Agung Paewai menjelaskan bahwa bimtek ini bertujuan memperkuat kepemimpinan Sekolah Rakyat, menajamkan indikator kinerja berbasis dampak, serta memperkuat pendampingan, supervisi substantif, dan kolaborasi lintas sektor.

Menurutnya, seluruh penguatan tersebut selaras dengan program Gubernur Khofifah, yakni Jatim Cerdas, yang menekankan pentingnya pendidikan berdampak dalam mewujudkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.

“Pendidikan yang berdampak adalah pendidikan yang menghadirkan keadilan, membuka harapan, dan menyiapkan masa depan anak-anak Indonesia,” pungkasnya.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved