KKB Papua Tak Akan Bisa Berkutik, TNI AD Datangkan 411 Prajurit dan Disebar ke Beberapa Wilayah
Para Anggota KKB Papua Tak Akan Bisa Berkutik, TNI AD Mendatangkan 411 Prajurit dan Disebar ke Beberapa Wilayah.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Putra Dewangga Candra Seta
Usai pembekalan, mereka akan ditugaskan di satu kodim organik dan enam kodim persiapan.
Di antaranya, Kodim 1809/Teluk Bintuni 59 orang, Kodim persiapan Sorong Selatan 59 orang, Kodim persiapan Maybrat 59 orang, Kodim persiapan Tambrauw 59 orang, Kodim persiapan Manokwari Selatan 58 orang, Kodim persiapan Pegunungan Arfak 58 orang, dan Kodim persiapan Teluk Wondama 59 orang.
"Enam kodim persiapan ini merupakan cikal bakal kodim organik di jajaran Kodam XVIII/Kasuari. Kami berupaya seluruh kabupaten di Papua Barat masing-masing akan ada satu kodim," kata Ali.
Polda Jabar Kirim 96 Brimob
Sebelumnya, untuk membantu TNI-Polri mengamankan Papua dari teror Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, Polda Jawa Barat mengirimkan 96 personel Brimob.
Teror KKB Papua memang cukup gencar di beberapa bulan terakhir.
Terlebih lagi ada indikasi teror KKB Papua akan meningkat menjelang 1 Juli, yang diklaim sebagai Hari Kemerdekaan Papua Barat.

Polda Jawa Barat menerjunkan 96 personel Brimob ke Papua untuk membantu pengamanan di wilayah yang rawan gangguan KKB Papua.
Melansir dari Antara, Wakil Kepala Polda Jawa Barat, Brigadir Jenderal Polisi Akhmad Wiyagus, menyampaikan para personel itu bakal bertugas selama enam bulan ke depan di wilayah Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua.
Akhmad mengaku hal ini merupakan suatu kehormatan dapat membantu mengamankan Papua dari teror KKB Papua.
"Hal ini merupakan suatu kehormatan dan kepercayaan bagi jajaran Sat Brimob Polda Jawa Barat.
Mengingat situasi dan kondisi Kamtibmas di Papua saat ini sangat fluktuatif yang dipicu tindakan KKB Papua yang melakukan gangguan keamanan dan ketertiban" kata dia, dalam keterangannya di Bandung, Senin(29/6/2020).
Ia menekankan kepada seluruh personel agar mengimplementasikan pedoman dalam pelaksanaan penugasan tersebut setelah sebelumnya menjalani pelatihan.
Sehingga, ia berharap para personel itu dapat memberikan pengamanan maksimal kepada masyarakat Papua.
"Penekanan yang perlu dilaksanakan, yaitu jaga keselamatan, kekompakan, dan hindari sikap serta tindakan yang tidak mencerminkan karakter dan jati diri sebagai sosok pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat" katanya.