PSBB Surabaya Bisa Berlaku Lagi Karena 2 Hal Ini, Begini Tanggapan Wali Kota Risma

sejak dicabutnya pemberlakuan PSBB, ternyata peningkatan sebaran Virus Corona atau COVID-19 masih tinggi.

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Iksan Fauzi
Kolase Yusron Naufal Putra-SURYA.co.id/infocovid19.jatimprov.go.id
PSBB Surabaya Bisa Berlaku Lagi Karena 2 Hal Ini, Begini Tanggapan Wali Kota Risma 

Sedangkan transmission rate Jawa Timur adalah 1,1.

"Padahal Jawa Timur ini transmission rate nya pernah di angka 0,86, artinya kasusnya akan hilang.

Begitu juga Surabaya Raya transmission rate-nya penah 0,5.

Jadi sebetulnya PSBB sangat bisa dan efektif sebagai metode pengendalian penularan COVID-19," kata Joni yang juga Dirut RSUD Dr Soetomo ini.

Joni menerangkan, kesadaran masyarakat Surabaya Raya dengan adanya pelonggaran PSBB justru kian menurun untuk memperhatikan protokol kesehatan.

Seperti mengenakan masker, masih banyak yang abai.

Dan yang masih mencolok adalah kurang disiplinnya penegakan physical distancing.

Ia menunjukkan data penelitian lapangan terkait distribusi kepatuhan masyarakat dalam memakai masker dan menerapkan physical distancing.

Di tempat ibadah yang patuh hanya 64,6 persen, kemudian pasar tradisional yang patuh baru 89,3 persen, perkantoran dan pabrik yang patuh hanya 58,9 persen, serta yang melakukan olahraga di luar ruangan yang patuh hanya 45,1 persen.

Tanggapan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat ditemui di Balai Kota Surabaya, Senin (8/6/2020).
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat ditemui di Balai Kota Surabaya, Senin (8/6/2020). (SURYA.CO.ID/Yusron Naufal Putra)

Kesadaran masyarakat Kota Surabaya untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19 juga dinilai makin kendor setelah tidak ada PSBB.

Menanggapi itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya tak ingin PSBB kembali diterapkan di Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya melalui wakil Koordinator Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya, Muhammad Fikse menjelaskan alasan Surabaya minta hentikan PSBB.

"Kami bekerja untuk bagaimana hal-hal itu tidak terjadi," kata Fikser, Rabu (17/6/2020).

Pemkot Surabaya di bawah Risma saat ini disebutnya terus berfokus pada penanganan pandemi COVID-19 secara penuh.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved