PSBB Surabaya Raya

PSBB Surabaya Raya, Surabaya, Sidoarjo, Gresik Diperpanjang 14 Hari Lagi, Petugas Tindak Pelanggar

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya diperpanjang hingga 14 hari ke depan untuk menanggulangi COVID-19.

Humas Pemprov Jatim
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. PSBB Surabaya Raya, Surabaya, Sidoarjo, Gresik Diperpanjang 14 Hari Lagi, Petugas Tindak Pelanggar 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya diperpanjang hingga 14 hari ke depan untuk menanggulangi COVID-19

Perpanjangan PSBB Surabaya Raya tidak perlu minta izin ke Kementerian Kesehatan lagi. Hal itu diputuskan oleh Gubernur Jatim secara langsung.

Penyampaian perpanjangan PSBB Surabaya Raya dilakukan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, dan Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin.

Khofifah menyebutkan beberapa hal yang mendasari diperpanjangnya PSBB Surabaya Raya adalah karena 70 persen infeksi COVID-19 dari pasien yang positif bisa lebih dari 14 hari.

"Oleh karena itu 14 hari untuk masa psbb dilakukan oleh epidimiologi ini tidak cukup untuk bisa menjamin berhentinya covid," kata Khofifah, Sabtu (9/5/2020).

 Khofifah mengungkapkan dalam perpanjangan PSBB Surabaya Raya ini tidak perlu mengajukan surat ke Kemenkes lagi karena sudah menjadi otoritas kepala daerah yang sudah mengajukan PSBB pada periode pertama.

"Sama-sama kita menyetujui akan ada perpanjangan PSBB di wilayah Gresik, Surabaya dan Sidoarjo. Perpanjangan ini dimulai dari tangal 12 sampai 25 mei, karena PSBB tahap satu berakhir 11 Mei," kata Khofifah.

Dalam penerapan PSBB Surabaya Raya tahap kedua ini akan ada penindakan yang lebih represif dan masif kepada pelanggar poin-poin PSBB.

"Tadi ada evaluasi terkait cek poin trus bagaimana ada psychal distancing baik di perusahaan maupun di pasar dan juga penindakan yang akan lebih tampak pada PSBB tahap dua," lanjut Mantan Mensos ini.

Sebagai contohnya, dalam Rakor tersebut, lanjut Khofifah sempat di bahas akan adanya penindakan berupa tidak mendapatkan akses untuk memperpanjang SIM dan SKCK sampai enam bulan.

"Tentu prinsipnya adalah bagaimana kepatuhan dan kedisiplinan secara konsisten. Keluar rumah wajib gunakan masker di luar rumah wajib psychal disntace. Jadi kepatuhan dan kedisiplinan menjadi faktor utama bagaimaan kita mencegah penyebaran Covid-19," ucap Khofifah.

FKM Unair Surabaya usulkan perpanjangan

Petugas Satpol PP Surabaya saat melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha di Surabaya (kiri), Ketua Gugus Kuratif Penanganan Covid-19 di Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi SpBS (kanan)
Petugas Satpol PP Surabaya saat melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha di Surabaya (kiri), Ketua Gugus Kuratif Penanganan Covid-19 di Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi SpBS (kanan) (Kolase tribun jatim/yusron naufal dan SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro)

Sebelumnya, pihak Fakultas Kesehatan Universitas Airlangga ( FKM Unair) Surabaya menyampaikan sederet alasan usulan PSBB di Surabaya Raya diperpanjang.

Di artikel ini, mengulas mengapa pihak FKM Unair mengsulkan PSBB di Surabaya Raya diperpanjang, lantas apakah akan diisetujui Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa?

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved