Virus Corona di Indonesia

Cara Tagihan Listrik Tak Melonjak Bulan Mei & Seterusnya, Kirim Angka Stand Meter ke WA 08122123123

Besarnya tagihan ini menjadi ramai karena saat ini PT PLN (Persero) memberikan subsidi listrik gratis dan potongan 50 persen bagi pelanggan 450 VA dan

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Musahadah
instagram
PT PLN (Persero) memberi layanan baca stand meter mandiri selama pandemi covid-19. Layanan ini untuk mencegah tagihan listrik yang membengkak. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Banyak pelanggan pasca bayar yang mengeluhkan tagihan listrik PLN pada April 2020 ini. 

Keluhan soal besarnya tagihan listrik PLN bulan April ini banyak dilayangkan di akun instagram resmi @pln_id. 

Besarnya tagihan ini menjadi ramai karena saat ini PT PLN (Persero) memberikan subsidi listrik gratis dan potongan 50 persen bagi pelanggan 450 VA dan 900 VA. 

Kenapa tagihan April melonjak? 

Ternyata, hal itu disebabkan tidak adanya proses pencataan dan pemeriksaan stand meter secara manual pada bulan Maret 2020 lalu.

Senior Executive Vice President Bisnis & Pelayanan Pelanggan PLN, Yuddy Setyo Wicaksono, mengatakan langkah ini awalnya adalah untuk mencegah penyebaran wabah virus corona atau Covid-19, pihaknya menangguhkan sementara proses pencatatan dan pemeriksaan stand meter bagi pelanggan pasca bayar.

“Ini bagian dari physical distancing yang kami lakukan, mengurangi interaksi langsung antara petugas dengan pelanggan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona,” jelas Yuddy, Kamis (23/4/2020).

Tagihan listrik menggunakan perhitungan rata-rata pemakaian listrik selama 3 bulan terakhir.

Bagi pelanggan yang tidak ingin tagihan listrik dihitung pemakaian rata-rata tiga bulan terakhir bisa mengirimkan angka stan kWh meter melalui layanan WhatsApp terpusat PLN dengan cara:

1. Siapkan nomor kWh meter dan foto stan meter.

2. Buka Aplikasi WhatsApp dan kirim pesan melalui nomor 08122 123 123.

3. Ketik 2 untuk lapor pemakaian pascabayar

4. Selanjutnya ikuti langkah-langkah yang ada dalam WhatsApp.

Layanan PLN Lapor Mandiri
Layanan PLN Lapor Mandiri (PLN.co.id)

Pelaporan angka stan meter dapat dilakukan oleh pelanggan sesuai tanggal pencatatan meter masing-masing pelanggan yang akan diinformasikan pada awal proses pelaporan mandiri melalui WhatsApp.

Laporan dari pelanggan tersebut nantinya akan menjadi dasar perhitungan tagihan listrik pelanggan setiap bulannya

“Jadi di akhir bulan April ini pelanggan akan melaporkan untuk rekening tagihan bulan Mei. Demikian juga pada akhir Mei nanti, kami mohon pelanggan dapat mengirimkan kembali angka stan meter untuk dasar perhitungan tagihan bulan Juni,” tambah Yuddy.

Jika ada pengaduan atau keluhan pelanggan terkait ketidaksesuaian pencatatan stand akhir kWh meter dan perhitungan rekening, akan diperhitungkan pada rekening bulan depan, sehingga pelanggan tetap tidak akan dirugikan.

Pengaduan bisa langsung disampaikan ke contact center PLN 123.

Cara perhitungan tagihan paskabayar April 2020

Sementara itu, bagi pelanggan yang tidak mau melaporkan meteran listrik, bisa menghitung sendiri tagihannya dengan cara mengambil rata-rata 3 bulan terakhir, 

Berikut contoh perhitungan tagihan paskabayar April 2020

Perhitungan rata-rata pemakaian kWh rekening
Januari : 230 kWh
Februari :  220 kWh
Maret : 205 kWh
April :  218 kWh

Perhitungan Tagihan Rekening

Rupiah Pemakaian LIstrik (218 kWh x Rp 1.467,28)  : Rp 230.356
PPJ 10 % (Rp 320.356 x 10 %)                                        : Rp 32.036
Total                                                                                  : Rp 352.392
Materai                                                                             : Rp 3.000
Total Tagihan                                                                   : Rp 355.392

Contoh ini untuk tarif rumah tangga Daya 1.300 VA

Sementara untuk pemakaian listrik 3 bulan terakhir bisa dilihat di struk rekening listrik

Contoh perhitungan tagihan listrik bulan April 2020
Contoh perhitungan tagihan listrik bulan April 2020 (Instagram @pln_id)

Pembayaran online

PLN juga mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan pembayaran secara online untuk meminimalisir kontak fisik antara pelanggan dengan petugas.

“Jadi sebagai upaya preventif mencegah penularan covid-19, kami juga mengajak pelanggan untuk memaksimalkan pembayaran listrik secara online,” imbuhnya.

Pembayaran listrik dapat dilakukan di mana saja tanpa harus mendatangi kantor PLN.

Diantaranya melalui ATM, Internet Banking, SMS Banking, Aplikasi Dompet Digital (E-Wallet) seperti Link Aja, Gopay, dan sebagainya ataupun melalui aplikasi E-Commerce seperti Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, dan sebagainya.

Tidak hanya pembayaran, pelanggan PLN juga dapat memaksimalkan pelayanan PLN secara online melalui Contact Center PLN 123 ataupun Aplikasi PLN Mobile, baik untuk layanan informasi tagihan, sambung baru, perubahan daya, penyambungan sementara maupun pengaduan pelanggan.

Tidak ada kenaikan listrik

Sebelumnya, PLN menegaskan jika tidak ada kenaikan tarif listrik seperti yang diduga sejumlah mayarakat.

Tarif listrik pengguna R1M 900 VA dan R1 1300 VA ke atas masih sama sesuai dengan ketentuan yang berlaku sejak 2017.

Berikut tanggapan PLN seperti dilansir dari unggahan @pln_id pada Selasa (7/4/2020).

"Electrizen,

Tarif Listrik yang diberlakukan Pemerintah, termasuk bagi pelanggan Rumah Tangga Non Subsidi, tidak naik/tidak ada perubahan.Tarif Listrik Non Subsidi tetap sejak tahun 2017," tulis @pln_id.

Sementara itu, pihak PLN juga menjelaskan tarif listrik per kWh yang harus ditanggung oleh pengguna R1M 900 VA dan R1 1300 VA.

Untuk pengguna R1M 900 VA tarif yang harus dibayar pelanggan sebesar Rp 1.352 per kWh.

Sementara pengguna R1 1300 VA harus membayar sebesar Rp 1.467 per kWh.

Tarif tersebut disebutkan masih sama dengan tarif yang telah ditetapkan PLN sejak 2017 lalu.

Kendati telah memberikan rincian tarif untuk pelanggan non subsidi 900 VA dan 1300 VA, pihak PLN tidak memberikan penjelasan terkait penyebab melonjaknya tagihan listrik sejumlah pelanggan.

UPDATE Kartu Pra Kerja Gelombang 2 di prakerja.go.id Ditutup, Begini Cara Pakai Saldo Rp 3,5 Juta

UPDATE Larangan Mudik di Jatim Hari ini: Penerbangan Komersial & KA Dihentikan, 9 Titik Dijaga Ketat

5 FAKTA Diskon untuk Pelanggan 900 VA nonsubsidi & 1.300 VA Terpilih dari PLN & YCAB, Begini Alurnya

4 Bocoran PSBB di Surabaya Raya Berlaku 28 April 2020: Nasib Warung, Jam Malam hingga Sanksi Pidana

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved