Malang Raya
Detik-detik Mahasiswi Malang Gugurkan Kandungan Ungkap Sindikat Peredaran Pil Aborsi & Pelanggannya
Polres Malang mengungkap peredaran pil penggugur kandungan yang menjadi langganan para pelajar dan mahasiswa.
"Karena hamil, saya suruh minum sebanyak-banyaknya biar gugur kandungannya. Ditelan 16 butir," ujar Syaifudin.
Sementara Handi berujar telah berjualan obat penggugur kandungan sejak 10 bulan lalu.
Ia mengaku berdagang pil aborsi karena tergiur keuntungannya.
"Untungnya banyak, sudah 10 bulan berjualan. Obat saya peroleh dari seseorang," ujar Hendi.
Sebelumnya diberitakan, janin bayi ditemukan di tumpukan sampah di pinggir Sungai Segawe, Desa Jenggotan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Selasa (1/10/2019) pagi.
Saat ditemukan, janin tersebut berbalut rok abu-abu SMA yang terbungkus plastik merah.
Kasus aborsi di Tangerang

Sebelumnya, Kepolisian Tangerang Selatan menyelidiki keterlibatan JN (21), kekasih RF, ibu yang membuang bayinya.
Bayi perempuan tersebut dibuang di perkarangan rumah kosong di Perumahan Korpri Blok J 2/6 RT. 006/009 Desa Suradita, Cisauk, Kabupaten Tangerang, Senin (9/9/3019) lalu.
Sementara JN diamankan di tempat tinggalnya di wilayah Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (11/9/2019).
Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Muharam Wibisono mengatakan, berdasarkan pemeriksaan JN dan RF, keduanya mengaku sepakat menggugurkan kandungan yang masih berusia sekitar tujuh bulan.
"Untuk yang bersangkutan berinisial JN ada keterlibatannya. Yang bersangkutan sepakat untuk aborsi dengan mencarikan obat," kata Muharam saat dihubungi, Jumat (13/9/2019).
Setelah mendapatkan obat yang dicari, JN meminta pacarnya melakukan aborsi.
Di toilet rumahnya, RF akhirnya mengeluarkan janin yang ada di kandungan.
"(Mengeluarkan janin) di rumah RF. Mereka melakukan karena takut ketahuan keluarga dan kerabat," sambungnya.
Sebelumnya, jasad bayi ditemukan di rumah kosong oleh seorang saksi bernama Misliati (60).
Saat itu, Misliati yang sedang menjemur pakaian pada pukul 6.30 WIB, melihat kantong plastik hitam tergeletak.
Saat itu ia menghiraukan.
Namun, pada saat kembali untuk mengangkat pakaian yang telah dijemurnya pada pukul 11.30 WIB, plastik tersebut telah terbuka.
Ketika mencoba memastikan isi plastik, terlihat jasad bayi dengan kondisi tubuh yang sudah tidak utuh.
Saat itu Misliati memberitahu Maryani, tetangganya sebelum akhirnya melaporkan ke Polsek Cisauk.
Setelah ditemukan, jasad bayi tersebut kangsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tangerang.
Hasil pemeriksaan, RF sempat berusaha mengubur bayinya yang dibungkus plastik hitam di halaman rumah kosong.
Rencana tersebut diurungkan oleh RF setelah tanah yang coba digalinya itu keras.
Setelah itu, perempuan yang tinggal tidak jauh dari lokasi tersebut langsung meninggalkan bayinya yang ada di dalam kantong plastik. (Tribun Jatim/Bella Ayu Kurnia Putri/Kompas.com)