Berita Surabaya

BERITA POPULER SURABAYA Hari ini, Pembunuhan Gadis di Gresik hingga Pengejaran Veronica Koman

BERITA POPULER SURABAYA Hari ini, Pembunuhan Gadis di Gresik hingga Pengejaran Veronica Koman

BERITA POPULER SURABAYA Hari ini, Pembunuhan Gadis di Gresik hingga Pengejaran Veronica Koman
Kolase SURYA.co.id/Sugiyono/Instagram
BERITA POPULER SURABAYA Hari ini, Pembunuhan Gadis di Gresik hingga Pengejaran Veronica Koman 

"Tidak curiga apa-apa. Kabarnya dia akan mengembalikan uang hutang. Kemudian janjian di kafe sehingga tidak curiga, tapi nyatanya dibunuh," kata ibundanya Nisa di kamar jenazah RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik, Rabu (11/9/2019).

Ibu korban juga mengaku tidak punya firasat apa-apa.

"Saya juga tidak punya firasat apa-apa. Baru firasat tidak enak itu ketika saya WA (WhatsApp) hanya centang, biasanya cepat dibales," imbuhnya.

Ibunda Nisa juga mengaku dengan pelaku pembunuhan SA.

"Pelaku juga teman bermain sejak kecil," katanya sedih.

Ibunda korban pembunuhan Hadryil Choirun Nisaa menunggui jenazah putrinya di di RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik, Rabu (11/9/2019).
Ibunda korban pembunuhan Hadryil Choirun Nisaa menunggui jenazah putrinya di di RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik, Rabu (11/9/2019). (surya.co.id/sugiyono)

PENGAKUAN Pembunuh Pemilik Cafe Penjara Gresik, Tak Sengaja tapi Tega Lucuti Celana & Puaskan Nafsu

Pakaian HC sempat dilucuti

Selain membunuh korbannya, pelaku juga melucuti pakaian dan perhiasaan korban. 

Untuk memancing korban masuk ke kafe, pelaku memancingnya pakai kucing. 

Sebab, pelaku dengan korban sudah kenal sejak kecil, sehingga tau hewan kesukaan korban.

"Kucing ini untuk memancing korban untuk masuk ke dalam Kafe. Setelah korban masuk, pelaku langsung menutup pintu gerbang. Setelah itu, pelaku memeluk tubuh korban dari belakang," kata Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro dengan didampingi Kapolsek Cerme AKP Iwan Hari Poerwanto, Rabu (11/9/2019).

Ternyata korban berteriak dan memberontak meminta tolong.

Karena kondisi kafe sepi dan area kafe yang remang-remang, sehingga aksi tersebut dilanjutkan dengan membekap mulut dan mencekik leher korban agar tidak berteriak. Sampai korban pingsan.

"Karena korban masih gerak-gerak, kemudian dilanjutkan membekap dan mencekik kedua kalinya sampai korban meninggal dunia. Setelah itu, korban dilucuti celana dan perhiasannya," imbuhnya.

Kapolres Gresik memimpin rilis pembunuhan di Cafe Penjara Bajarsari Cerme, Gresik, di Mapolres Gresik, Rabu (11/9/2019).
Kapolres Gresik memimpin rilis pembunuhan di Cafe Penjara Bajarsari Cerme, Gresik, di Mapolres Gresik, Rabu (11/9/2019). (surya.co.id/sugiyono)

Pelaku sempat luapkan nafsu

Setelah mengambil perhiasan dan ponsel, pelaku sempat mengeluarkan sperma ke tubuh korban sebagai bentuk pelampiasan nafsu birahinya.

Setelah itu pelaku,  keluar dari kafe seorang diri dengan mengendarai motor dan membawa tas beserta perhiasan korban ke rumah yang tidak jauh dari kafe tersebut.

Sampai di rumah, pelaku mandi dan sempat ngopi di warkop.

Aksi pembunuhan itu terungkap ketika warga curiga ada seorang diri keluar kafe.

Padahal, saat masuk ada dua orang.

"Dari kecurigaan itu, warga akhirnya melaporkan ke Polsek. Setelah itu, anggota ke lokasi sambil memanggil pengelola kafe," imbuhnya.

Setelah diselidiki, pada kendaraan milik Ayub, ternyata ada perhiasan, ponsel dan barang-barang milik korban ada di dalam jok motornya. "Akhirnya, pelaku langsung ditangkap di rumahnya tanpa ada perlawanan. Tidak sampai tiga jam sudah tertangkap," imbuhnya.

Dari tertangkapnya Ayub, anggota langsung mengamankan beberapa barang bukti.

Diantara, kandang kucing, cangkul, perhiasan dan motor milik korban. "Sekarang masih didalami motif pembunuhannya," kata Wahyu, alumnus Akpol 1998.

Dari barang bukti tersebut, rencananya korban akan dikubur di dalam area kafe menggunakan cangkul tersebut. 

"Korban digeletakan di pos penjagaan samping pintu gerbang dalam karung sak sambil dibubuhi serbuk kopi. Kemudian akan dikubur di area kafe itu, tapi terburu tertangkap," imbuhnya.

Sementara, pengakuan Ayub, mengatakan bahwa nekat merampas perhiasan Nisa'a karena terbelit hutang sekitar Rp 5 Juta.

"Saya hanya mengincar perhiasannya dan HP nya (Telepon selulernya,red). Ternyata dia memberontak. Saya langsung menyekapnya. Tidak ada niatan untuk membunuhnya," kata Ayub.

Ayub mengatakan bahwa antara korban dengannya sudah kenal sejak kecil. Korban juga pernah berjualan di dalam kafe. Bahkan, almarhum Bapak korban juga pernah bisnis bersama dengan ayah Ayub.

"Sudah kenal sejak kecil dengannya, sehingga karena saat minta perhiasannya memberontak, langsung saya bekap. Ternyata sampai meninggal dunia," imbuhnya.

Ini 18 Pemain Persebaya Surabaya yang Bawa ke Kandang Kalteng Putra Laga Putaran Kedua Liga 1  2019

2. Warga Keputran Tewas Tertabrak Kereta Api

Seorang pengendara motor, Edo Helmy Asman (31) warga Keputran Surabaya, tersambar kereta api (KA) Pasundan, di Jalan Ngagel, Wonokromo, Rabu (11/9/2019).

Kecelakaan tersebut terjadi di perlintasan kereta api melibatkan pengguna jalan kembali terjadi di perlintasan kereta api (KA) di Jalan Ngagel, Wonokromo, Surabaya, Rabu (11/9/2019)

Menurut Kanit Laka Lantas Polrestabes Surabaya, AKP M Fakih menerangkan insiden itu bermula saat korban yang mengemudikan motor bernopol L-3142-RV melaju dari arah barat ke timur. Korban mengendarai motornya melaju melawan arus di Jalan Bung Tomo.

Setibanya di perlintasan KA, saat palang perlintasan ditutup karena KA Pasundan yang dimasinisi Putro Aji akan melintas, ungkap Fakih, korban ternyata berupaya menerobos palang tersebut.

Akhirnya terjadilah insiden kecelakaan, sepeda motor korban dihempas oleh kereta api yang melaju dari stasiun Gubeng menuju Bandung.

"Sehingga terjadi laka lantas dengan KA Pasundan yang berjalan dari utara ke selatan," ujar Fakih.

Akibat kuatnya hantaman, korban mengalami luka-luka disekujur tubuh. Mulai dari patah kaki sebelah kiri, kemudian luka robek pergelangan kaki kiri, robek kulit kepala, bengkak tangan kanan, lecet dikedua lengan tangan dan lecet dikedua kaki.

"Korban sempat pingsan, namun kemudian sadar. Korban dibawa Tim Medis ke RSUD Dr Soetomo Surabaya," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPB Linmas Surabaya, Yusuf Masruh, Rabu (11/9/2019).

Daftar Tim Lolos Play Off Seri Surabaya Honda DBL East Java Series 2019

3. Lanjutan Pengejaran Veronica Koman oleh Polda Jatim

Polda Jatim terus mengejar tersangka ujaran provokasi isu Papua, Veronica Koman, Rabu (11/9/2019).

Informasinya, Veronica Koman saat ini tinggal di Australia dan masih berstatus sebagai warga negara Indonesia.

Di Australia, Veronica Koman hidup bersama suaminya yang merupakan aktivis pegiat Hak Asasi Manusia (HAM).

Menindaklanjuti temuan itu, Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Toni Harmanto bersama jajaran penyidiknya Wadirreskrimsus Polda Jatim, AKBP Arman Asmara mendatangi Kantor Konsulat Jendral (Konjen) Australia di Gedung Esa Sampoerna Center, Jalan Dr. Ir. H. Soekarno No.198, Klampis Ngasem, Sukolilo, Surabaya.

Agenda kunjungan mereka ke sana dalam rangka mengupayakan pencarian tersangka Veronica Koman yang diketahui menetap di Australia.

"Kami datang ke Konjen memastikan keberadaan yg bersangkutan di negara atau wilayah mana di Australia, untuk itu," katanya, Rabu (11/9/2019).

"Kami tahu kalau suami yang bersangkutan adalah warga negara Australia," tutur Toni.

Gayung bersambut, upaya itu menjadi satu di antara tahapan pencarian Veronica Koman yang telah dilakukan oleh pihak Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Mabes Polri, Keimigrasian, Kemenkumham dan Kemenlu.

"Salah satunya ini yang kami kerjakan dengan Konjen Australia di Surabaya," ungkapnya.

Pertemuan itu berlangsung singkat, Toni mengatakan, pihaknya hanya menjalin komunikasi pada pihak Konsulat Australia termasuk memaparkan beberapa temuan data.

"Kita baru menyampaikan data, walaupun secara administrasi melalui Hubinter Mabes Polri kemudian Imigrasi dan Kumham yang kita lakukan beberapa waktu lalu," pungkas Toni.

Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved