Polisi Ringkus Satpam yang Kerap Tiba-tiba Meremas Payudara Perempuan di Jalan

Seorang satpam yang kerap melakukan pelecehan seksual dengan meremas payudara perempuan secara tiba-tiba, akhirnya ditangkap polisi di Mojokerto.

Polisi Ringkus Satpam yang Kerap Tiba-tiba Meremas Payudara Perempuan di Jalan
surabaya.tribunnews.com/febrianto ramadani
Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno (tengah) menunjukkan barang bukti yang disita dari satpam pelaku begal payudara, Selasa (6/8/2019) 

Sejak kejadian pertama yang cukup meresahkan itu, anggota Polsek Mergangsan meningkatkan patroli dan warga memasang CCTV.

Tindakan SP sempat viral setelah video CCTV yang merekamnya viral.

"Menurut pengakuannya, pelaku sudah melakukan dua kali," ungkap Kapolsek Mergangsan Kompol Tri Wiratmo dalam jumpa pers pada Selasa (16/7/2019).

Setelah dicocokkan dengan data yang polisi dapatkan di lapangan, benarlah SP meraba dada turis asing wanita pada 13 dan 29 Juni 2019.

"Korbannya adalah turis dari Australia dan Belanda, yang memang sedang berlibur di Yogyakarta," imbuh dia.

Ketagihan dengan perbuatannya, SP mencoba mengulangi aksi begal payudara ketiga kalinya namun gagal setelah polisi menciduknya pada Senin (15/7/2019).

Ada warga sekitar mencurigai seorang pria tampak mondar-mandir melajukan motornya di Gang Batikan, tempatnya mengincar korban ketiganya.

Warga kemudian melaporkan kecurigaan tersebut kepada pihak kepolisian.

Tanpa waktu lama polisi kemudian menciduk SP, orang yang paling dicari sebulan terakhir.

Sebelumnya polisi sudah meminta kerja sama warga untuk melaporkan pengendara motor yang mencurigakan dan kerap nongkrong di Gang Batikan.

"Yang bersangkutan ini memang diduga sebagai pelaku pelanggaran kejahatan asusila," beber Tri Wiratmo.

Dari pelaku, polisi mengamankan barang bukti di antaranya dua buah jaket, satu helm full face dan sepeda motor matic yang SP gunakan untuk melancarkan perbuatannya.

"Saat korban berjalan sendirian, tersangka kemudian menggunakan sepeda motor langsung memegang bagian sensitifnya," imbuh Tri Wiratmo.

Tahun lalu, seorang turis asing wanita mengalami hal sama dan pelaku terekam CCTV penginapan Deshostel di kawasan Prawirotaman.

Pemilik penginapan, Yudhistira Adi, menjelaskan peristiwa tak mengenakkan tersebut terjadi pada Minggu (4/11/2018) sekitar pukul 20.25 WIB.

Ia mendapat kabar salah satu karyawan yang mendengar suara teriakan keras dari arah jalan.

"Kejadian di depan Dehostel. Saya waktu tidak di tempat, tetapi di-WhatsApp sama resepsionis di depan.

Minta cek CCTV katanya ada pelecehan seksual itu. Ya lalu saya ngecek, ternyata benar, " ucap Yudhistira, Selasa (6/11/2018).

Dalam kasus ini belum diketahui identitas korban pelecehan seksual tersebut.

Pasalnya korban bukan merupakan tamu penginapan di Deshostel.

Dalam rekaman CCTV, setelah meremas organ vital turis wanita, pelaku menancap gas motornya dan kabur dari kawasan Prawirotaman. 

Dua Penumpang Terbakar di Dalam Mobil Avanza yang Membawa 3 Drum Pertalite

Pantesan Barbie Kumalasari Buang Surat Galih Ginanjar dari Penjara, Ada Kata-kata yang Bikin Kesal

4 Fakta Terbaru Farhat Abbas Disebut Kelabui Petugas Selundupkan HP ke Rutan Polda Metro

Istri Kewalahan Layani Nafsu Bercinta Suami Tak Sengaja Membunuhnya, Ini Dampak Buruk Obat Tidur

 

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved