Perjuangan Budiono Sukses Bangun Channel YouTube yang Kini Raup Monetisasi Hingga 6.000 Dolar

Budiono (38) warga Keputih, Surabaya juga tak mau ketinggalan membuat akun YouTube, Budiono Sukses.

youtube
Budiono Sukses, YouTuber Surabaya 

Sejak itulah, Budiono banting setir untuk lebih fokus membuat konten video review makanan.

Budiono Sukses, YouTuber Surabaya, saat tengah membuat konten video. Budiono mengerjakan segala sesuatu mulai dari pengambilan gambar hingga editing konten videonya
Budiono Sukses, YouTuber Surabaya, saat tengah membuat konten video. Budiono mengerjakan segala sesuatu mulai dari pengambilan gambar hingga editing konten videonya (istimewa)

Temukan Ciri Khas Diri

Saat mereview makanan, Budiono mempunyai ciri khas tersendiri.

Saat membuka video review makanan dia akan menyapa penonton dengan sapaan khas Jawa Timuran "halo, rek".

Tak hanya itu, Budiono selalu menjabarkan dengan detail bagaimana rasa, aroma, dan tekstur makanan.

Tak lupa saat mereview makanan Budiono akan menyelipkan kikikan tawa.

Ciri khas itu yang membuat penonton betah melihat videonya, bahkan bisa menggunggah selera makan.

"Lambat laun subscriber saya mulai bertambah. Kini sudah mencapai 107 ribu subscriber. Saya juga telah mendapat Silver Play Button," sebutnya.

Budiono fokus membuat konten video review makanan dengan menyasar pedagang kaki lima.

Hal itu bertujuan untuk memperkenalkan dan membantu warung-warung kecil yang pernah dikunjungi.

Dia memberikan deskripsi lengkap mengenai alamat dan harga warung di kolom caption video YouTube.

"Dengan begitu saya bisa membantu warung-warung kecil yang punya makanan enak supaya bisa lebih dikenal dan di saat yang sama kita juga membantu penonton untuk mendapatkan referensi kuliner baru buat mereka coba," ungkapnya.

Kini Budiono bisa menikmati hasil jerih payahnya.

Dalam sebulan dia dapat sekitar $375 sampai $6.000. Budiono pun akhirnya bisa membeli perlengkapan kamera.

"Namun saya belum punya tim. Segala sesuatu  soal YouTube saya kerjakan sendiri. Tapi saya ingin mencari tim agar bisa konsisten mengupload video di YouTube," terangnya.

Selain itu, Budiono diundang diacara kampus untuk membagikan pengalamannya di YouTube.

Dia juga pernah diundang ke kantor pusat YouTube.

"Saya sudah 3 kali diundang ke kantor pusat Google di California, pada tahun 2017 sekali dan 2018 sebanyak 2 kali, tapi itu bukan acara YouTube. Melainkan acara Google Local Guides dan Google Product Expert. Kalau yang acara YouTube, beberapa bulan lalu saya terpilih menjadi salah satu peserta YouTube NextUp 2019 di Jakarta, itu semacam camp pelatihan dengan jumlah peserta sangat terbatas, dan peserta mendapatkan fasilitas khusus," pungkasnya.

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved