VIDEO Detik-detik Trik Tingkat Dewa Anthony Ginting, Bikin Pemain Nomor 1 Dunia Mati Langkah
Detik-detik Trik Tingkat Dewa Anthony Ginting, Bikin Pemain Nomor 1 Dunia Mati Langkah
Irwansyah, asisten pelatih tunggal putra Indonesia, mengatakan bahwa Anthony harus mengeluarkan strategi permainan menyerang untuk mencapai itu.
"Untuk Anthony, yang penting jangan terbawa irama permainan lawan yang banyak reli. Anthony harus lebih berani menerapkan strategi permainannya yang menyerang," ujar Irwansyah dikutip Kompas.com dari Badmintonindonesia.org.
"Kalau untuk Jonatan, dia harus waspada dengan Kenta yang merupakan pemain bagus juga, Jonatan harus lebih siap," tambah Irwansyah.
"Anthony dan Jonatan fokus masuk semifinal dulu, kami rasa mereka bisa," ujar asisten pelatih tunggal putra tersebut.
Selain Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie, Indonesia juga mengirimkan wakil lainnya yaitu Shesar Hiren Rhustavito dan Tommy Sugiarto.
Shesar akan berhadapan dengan unggulan kelima asal India, Kidambi Srikanth pada babak pertama, sedangkan unggulan ketujuh Tommy Sugiarto akan berhadapan dengan pemenang dari babak kualifikasi.
Target untuk Shesar sendiri adalah mencoba bermain sebaik mungkin dan bisa mengeluarkan pola permainan dan strategi yang sudah direncanakan sebelumnya.
Asisten pelatih tunggal putra itu juga menyebut bahwa lawan-lawan tunggal putra pada babak pertama tidak bisa dianggap remeh.
Menurut dia, siapa yang lebih siap dan berani, maka itu yang akan menang.
"Lawan-lawan yang akan dihadapi pemain Indonesia di babak pertama ini bagus-bagus semua, peluangnya 50-50. Siapa yang lebih siap, yang lebih berani, dia yang akan menang," kata Irwansyah.
Ia juga menyoroti ketahanan fisik tunggal putra menjadi yang paling utama di pertandingan besok.
"Harus lebih tahan karena pemain tunggal ini fisiknya harus benar-benar prima, saya rasa kalau semuanya terpenuhi, ada kans," ucap Irwansyah.
catatan redaksi
Sebagian Artikel ini dicuplik dari Kompas.com dengan judul "Target Semifinal bagi Anthony Ginting-Jonatan di Kejuaraan Asia 2019"