Minggu, 10 Mei 2026

Jelang Pilpres 2019

Pakde Karwo Tegaskan Kabar Dirinya Mundur dari Demokrat hanya Isu, ini Penjelasannya

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Jawa Timur, Soekarwo angkat bicara terkait isu pengunduran dirinya.

Tayang:
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Parmin
surya/bobby constantine
Ketua DPD Demokrat Jawa Timur Soekarwo ketika ditemui di Gedung DPRD Jatim, Jumat (27/7/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Jawa Timur, Soekarwo angkat bicara terkait isu pengunduran dirinya dari partai berlambang Mercy tersebut.

Pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini mengatakan bahwa informasi terkait pengunduran diri tersebut hanyalah isu belaka.

"Oleh karena hanya isu, kami tak ingin berkomentar jauh," katanya, Jumat (27/7/2018).

Hingga kini Pakde Karwo menegaskan bahwa pihaknya masih komitmen untuk mendukung seluruh instruksi partai, termasuk mengamankan suara Demokrat di pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2019.

Kepatuhan tersebut di antaranya dilakukan dengan menjalankan instruksi partai untuk melakukan persiapan menjelang pemilihan presiden.

Misalnya, dengan menyerap aspirasi terkait calon presiden sesuai dengan keinginan masyarakat dan kader Demokrat di Jawa Timur.

Pakde menjelaskan bahwa pada 9 Juli lalu, pihaknya dengan diwakili oleh Sekretaris DPD Demokrat Jatim, Renville Antonio telah menghadiri pertemuan di DPP.

Pertemuan itu dihadiri oleh seluruh unsur partai di tingkat daerah.

"Partai menginstruksikan kepada masing-masing pengurus Partai di daerah untuk menyampaikan tiga hal," kata Pakde Karwo ketika ditemui di Gedung DPRD Jatim, Jumat (27/7/2018).

Para fungsionaris diminta untuk memberikan pertimbangan di antara tiga hal terkait Pencapresan Agustus mendatang.

Pertama bergabung dengan Joko Widodo. Kedua memilih dengan Prabowo Subianto. Sedangkan, ketiga membentuk poros lain.

Hasilnya, untuk mayoritas pengurus Demokrat di Jawa Timur merekomendasikan untuk mengusung Jokowi pada pilpres mendatang.

"Kami hanya menyampaikan apa yang kami peroleh di tingkat pengurus daerah," kata Pakde Karwo yang juga Gubernur Jawa Timur ini.

"Proses yang berjalan di daerah disebut demokratis. Kami memberikan pilihan kemudian dipilih masing-masing secara mandiri dan diri sendiri," katanya.

Hal ini berbeda dengan perkembangan politik akhir-akhir ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved