Kilas Balik

Perjalanan Karir Militer Soeharto hingga Akhir Hayatnya, Pernah Menyandang Dua Jabatan Panglima

Perjalanan karir militer Soeharto meraih pangkat hingga Jenderal Besar berbintang lima itu memang sarat dengan perjuangan

Perjalanan Karir Militer Soeharto hingga Akhir Hayatnya, Pernah Menyandang Dua Jabatan Panglima
Ist
Soeharto saat pecahnya G30S PKI 

SURYA.co.id - Perjuangan keras dilalui Soeharto untuk meraih pangkat hingga Jenderal Besar lima.

Dilansir dari Nakita, karir militer Soeharto berawal saat menjadi prajurit KNIL (1942) atau tentara kerajaan Hindia Belanda.

Saat Jepang menduduki Indonesia dan Belanda menyatakan menyerah, Soeharto bergabung dalam prajurit PETA (Pembela Tanah Air).

Begitu Jepang kehilangan kekuasaan dan Indonesia memasuki masa transisi revolusi untuk mempertahankan kemerdekaan, Soeharto yang sudah memiliki keterampilan bertempur langsung bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Baca: Prilly Latuconsina Emosi di Instagram Ridwan Kamil, Terkait Laga Sriwijaya FC Vs Arema FC

Baca: Nasib Anak di Era Soeharto yang Berani Ajukan Pertanyaan Saat Peringatan Hari Anak Jadi Sorotan

Baca: Masih Ingat HP Jadul ESIA? Sempat Hilang dari Pasaran, Ternyata Begini Kabar Terakhirnya

Baca: Potret Kecantikan Dua Anak Rionaldo Stokhorst Hasil Menikahi Manajernya Sendiri

Baca: Kebahagiaan Lukman Azhari, Adik Ayu Azhari Setelah Nikahi Miliarder Cantik Medina Zein 

Sebagai anggota TKR yang kemudian menjabat Batalyon X, Soeharto terlibat dalam berbagai pertempuran sengit melawan pasukan Sekutu dan Belanda.

Pasukan Sekutu yang datang ke Indonesia pasca proklamasi 1945 itu bertugas melucuti tentara Jepang sekaligus mengambil alih kekuasaan RI ke tangan kolonial Belanda.

Soeharto saat itu berpangkat Letkol, pernah terlibat dalam beberapa pertempuran besar di kawasan Banyubiru, Ambarawa (Palagan Ambarawa), dan serbuan dadakan ke kota Yogyakarta yang kemudian dikenal dengan Serangan Umum 1 Maret 1949 atau Enam Jam Di Yogya.

Pascakemerdekaan, Soeharto tetap memiliki peran yang penting dalam lingkup militer (TNI).

Soeharto kemudian mengemban amanah sebagai Paglima Mandala untuk membebaskan Irian Barat dan sekaligus penumpasan Gerakan 30 September (Gestapu), pada dekade yang sama, Soeharto juga menjabat sebagai Pangkostrad.

Irian Barat kembali ke pangkuan RI pada 1 Mei 1963 dan Gestapu berhasil diredam pada Oktober 1965.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Musahadah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved