Pilkada 2018
Silaturrahmi Bersama Warga Sumenep, Gus Ipul Komitmen Perbanyak Beasiswa Guru Madin
Beasiswa terhadap para pendidik tersebut diharapkan dapat memperkuat kinerja madin utamanya dalam melahirkan lulusan berkualitas.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SUMENEP - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), berkomitmen meneruskan program beasiswa untuk para guru madrasah diniyah di Jawa Timur apabila kelak ia terpilih.
Beasiswa terhadap para pendidik tersebut diharapkan dapat memperkuat kinerja madin utamanya dalam melahirkan lulusan berkualitas.
Komitmen ini disampaikan Gus Ipul pada acara Silaturrahim di Pondok Pesantren Al-Ihsan Jaddung, Sumenep yang mennggunakan tema "Peningkatan Kualitas dan Kesejahteraan Guru dan Madrasah Diniyah", Senin (26/3/2018).
Menurut Wakil Gubernur Jatim dua periode ini ada tiga aspek yang terus ia tingkatkan bersama bersama Gubernur Jatim, Soekarwo, dalam meningkatkan kulitas madin.
"Nah satu di antaranya adalah dengan memberikan perhatian kepada para pendidiknya," ujar Gus Ipul pada sambutannya.
Ia menjelaskan, pendidik merupakan elemen terpenting dalam lembaga pendidikan.
Maju atau tidaknya pendidikan salah satu faktor utamanya ditentukan oleh bimbingan para guru.
"Zaman dulu belum ada infrastruktur yang memadai seperti lampu, namun sudah sukses melahirkan banyak santri berkualitas. Karena jasa siapa? Tentu para gurunya, para kyainya," ujar Gus Ipul yang juga keponakan KH Abdurrrahman Wahid (Gus Dur), Mantan Ketua PBNU ini.
Untuk itulah, pihaknya merencanakan untuk melanjutkan salah satu program yang telah digagas bersama Pakde Karwo, yakni beasiswa bagi para guru.
Selama ini, Pemprov Jatim telah menyekolahkan seribu guru madin tiap tahunnya.
Sehingga, selama kurun waktu sepeluh tahun terakhir, sudah ada sekitar sepuluh ribu guru madin yang mendapatkan beasiswa, baik untuk jenjang S1, hingga S2.
Meskipun demikian, diakui olehnya bahwa jumlah tersebut masih minim dibandingkan dengan jumlah guru madin seluruhnya.
Sebab, berdasarkan data yang dimilikinya, Jatim memiliki 260 ribu guru dari 26 ribu lembaga pendidikan.
Total dari jumlah sekolah tersebut, ada sekitar 1,7 juta santri madin.
"Inilah salah satu alasan kami untuk terus melanjutkan program ini. Kami akan melakukan intervensi kebijakan di antaranya dengan menambah jumlah penerima beasiswa," ujarnya.