Selasa, 14 April 2026

Pilkada 2018

Terkesan Batik Gedog, Begini Rencana Puti Soekarno Perkuat Para Pengerajin

Selesai mengunjungi Tuban, Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno dibuat terkagum dengan batik gedog di Bumi Wali

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYAOnline/Bobby Constantine Koloway
Calon Wakil Gubernur Jatim, Puti Guntur Soekarno saat mengunjungi pengerajin batik di Tuban 

SURYA.co.id | SURABAYA - Selesai mengunjungi Tuban, Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno dibuat terkagum dengan batik gedog di Bumi Wali tersebut.

Ia semakin mendapati beragamnya kekayaan di Jawa Timur.

“Setiap daerah memiliki kekayaan sendiri. Di Tuban, salah satunya, batik gedog,” kata Puti Guntur Soekarno, Sabtu (24/3/2018), di Surabaya.

Kandidat nomor 2 itu mengunjungi Tuban, Rabu 21 Maret lalu. Selain batik, pasangan Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) itu juga terkesan dengan hidupnya wisata religi di Bumi Ronggolawe.

Tentang batik gedog, Puti mengunjungi pengrajin di Desa Kedungrejo, Kerek, Tuban.

Ciri khas batik gedog terletak bahan utama yang menggunakan tenun.

Tenun berasal dari kapas yang ditanam di ladang-ladang sekitar sentra kerajinan.

Puti juga melihat alat tenun tradisional, yang dipakai memintal kapas.

"Karena saat menenun, mengeluarkan suara "dog, dog", sehingga dikenal batik gedog,” jelas Nani Hariningsih, pemilik gerai batik.

Seperti kakeknya, Bung Karno, Puti Guntur sangat menghargai kekayaan dari bumi Indonesia. Terlebih, yang kekayaan itu warisan leluhur, seperti batik.

“Batik gedog layak diangkat ke level nasional, bahkan go internasional,” kata Puti Guntur.

Saat melihat batik gedog, Puti sempat mengontak desainer terkemuka, Edward Hutabarat.

"Bang Edo (Edward Hutabarat) itu sahabat saya. Saya diajari berbagai corak dan sejarah batik Indonesia. Ia memang ahli di bidang batik tenun dan tekstail," cerita Puti.

Di Tuban, Puti Guntur berbelanja sejumlah kain baik. Salah satunya, bercorak Lok Can. “Motifnya terlihat kuno dan antik,” kata Puti.

Ciri khas Lok Can, dibatik di atas kain sutra berwarna biru. Dikenal dengan bahasa Kanton "Lok Can". Sementara ornamennya, makhluk supranatural khas Tiongkok. Seperti, burung Hong maupun naga (liong).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved