Kuliner
Ceker Sambel Yuk Rah, Rasa Pedas dan Bumbunya 'Endes' Bikin Lidah 'Meleleh'
Ada tampilan berbeda pada cekernya. Bentuk ceker pedas ini tetap utuh kulitnya meski keriput.
Penulis: Sudharma Adi | Editor: Titis Jati Permata
Barulah setelah itu ceker ayam dipresto sekitar 15 menit.
Saat tulang ceker sudah lunak, maka itu dicampur dengan lima bumbu rahasia dan proses itu dilakukan di atas api kecil.
“Ketika sudah tercampur, maka baru dicampur lagi dengan sambel bawang. Ceker ini terlihat utuh kulitnya karena pakai air dingin,” ujarnya.
Sedangkan untuk menu telur hitam ala Banyuwangi, bahan yang digunakan adalah telur ayam matang.
Menggunakan bumbu seperti jahe, bawang merah, bawang putih, kecap manis, laos dan salam, itu semuanya dicampur dengan telur.
Setelah tercampur, itu diendapkan selama 1-2 hari, baru kemudian disajikan.
“Saat diendapkan, bumbu lebih meresap dan telur jadi masir,” urainya.
Seorang konsumen, Sukma Perdani (39), warga Rungkut Permai menilai, ceker ayam keriput ini punya tekstur berbeda dibandingkan ceker ayam lainnya.
Ini membuat sensasi gigitan ceker jadi lebih terasa dan utuh.
“Campuran bumbunya memang tak halus, namun ini membuat citarasa bumbunya terasa,” jelasnya.
Sedangkan menu telur hitam, dia menilai citarasa telurnya menyatu dengan bumbu, yakni ada rasa legit, manis dan gurih.
“Telur jadi masir karena diendapkan,” ujarnya.
Siapkan 8 kg Ceker Tiap Hari
Menu ceker ayam yang jadi menu utama, membuat Ceker Sambel Yuk Rah harus menyiapkan ceker dalam jumlah besar.
Setiap hari, ada 8 kg ceker ayam yang dijadikan bahan membuat ceker sambel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ceker-sambel-yuk-rah_20180209_112531.jpg)