Kuliner
Ceker Sambel Yuk Rah, Rasa Pedas dan Bumbunya 'Endes' Bikin Lidah 'Meleleh'
Ada tampilan berbeda pada cekernya. Bentuk ceker pedas ini tetap utuh kulitnya meski keriput.
Penulis: Sudharma Adi | Editor: Titis Jati Permata
Pemilik Ceker Sambel Yuk Rah, Sarra Zulaika menuturkan, setiap hari dia harus ke pasar tradisional untuk mencari ceker ayam sesuai pilihannya.
Ceker ayam yang akan dibuat menu harus berukuran sedang dan utuh.
“Kalau terlalu besar cekernya, malah sulit didapatkan ceker dengan citarasa pas,” katanya.
Setelah diolah, maka ceker-ceker ini lalu dijual secara online dan offline.
Dari penjualan per hari, ceker sebanyak 8 kg itu selalu habis terjual.
Stok ceker selalu habis, baik ketika hari biasa maupun weekend.
“Selalu habis meski sudah disiapkan 8 kg ceker,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ceker-sambel-yuk-rah_20180209_112531.jpg)