Pilgub Jatim 2018

DPP Ancang-ancang Gabung Gerindra dan PAN, begini Respons PKS Jatim

"Kalau bicara soal pilgub tentu tidak bisa dilepaskan begitu saja dengan dinamika yang ada di pusat," ujar Ketua DPW PKS Jatim, Arief Hari Setiawan.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Parmin
tribun jatim
Ketua DPW PKS Jatim, Arief Hari Setiawan 

SURYA.co.id | SURABAYA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuka peluang kembali untuk membuat poros baru di Pilkada 2018. Bersama dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Amanat Nasional (PAN), pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS  Jatim pun siap mengawal keputusan tersebut.

"Kalau bicara soal pilgub tentu tidak bisa dilepaskan begitu saja dengan dinamika yang ada di pusat," ujar Ketua DPW PKS Jatim, Arief Hari Setiawan, Senin (25/12/2017).

Sekalipun, pengurus di provinsi bisa memberikan pandangan terhadap dinamika politik yang ada di daerah, namun tetap saja keputusan ada di DPP.

"Peranan pusat sangat kuat sehingga kita kembalikan lagi kepada pimpinan yang ada di Jakarta," jelas Arief.

Kini, pembahasan untuk rekomendasi akhir telah berada di DPP. Terlebih, pasca adanya pertemuan ketiga partai di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS Jalan TV Simatupang, Jakarta, Minggu (24/12/2017) malam, komunikasi tersebut berjalan kian masif.

"Pertemuan lanjutan pasca tadi malam (Minggu malam) terus dilakukan oleh para pimpinan di pengurus pusat," ungkap Arief.

Arief menambahkan, peluang untuk berkoalisi dengan tiga partai memang belum tertutup. Apalagi, koalisi tersebut menyangkut dinamika politik nasional.

"Memang untuk bersama (dengan Gerindra dan PKS), kami terus upayakan," ujar Arief.

"Namun, tiap daerah tidak bisa disamakan. Semangatnya memang kita harus selalu bersama namun kita kan juga harus realistis juga," imbuhnya.

Arief menambahkan, belum adanya keputusan akhir pasca pertemuan itu di antaranya disebabkan masih adanya perbedaan soal figur yang diusung. Terutama, yang menyangkut kepentingan internal PKS.

"Kami maju, tentu kami harus mengusung calon yang tentu untuk menang. Selain itu, kita juga ingin partai kami mendapat dampak positif yang membuat size partai juga semakin besar," kata Arief.

"Pilkada ini kan juga dekat dengan pileg Pilpres juga kan. Harapannya tentu juga untuk batu loncatan PKS di kompetisi berikutnya," lanjut Arief.

Terkait nama Moreno Soeprapto yang diusulkan oleh Gerindra sebagai calon figur yang diusung, PKS belum bisa berkomentar banyak.

"Kita belum bisa katakan apa-apa. Sebab, itu sangat awal sekali," imbuh Arief.

"Itu baru usulan dari partai Gerindra, sedangkan Presiden PKS (Sohibul Iman) bilang masih akan dipending," tambahnya.

Sehingga, untuk saat ini pihaknya memilih untuk menunggu rekomendasi akhir dari DPP.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved