Road to Election
Muncul Wacana Kang Yoto Diduetkan dengan Moreno, Begini Kata PAN Jatim
Partai Amanat Nasional (PAN) masih berupaya membangun poros koalisi baru jelang Pilkada Jatim mendatang.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Musahadah
SURYA.co.id I SURABAYA – Partai Amanat Nasional (PAN) masih berupaya membangun poros koalisi baru jelang Pilkada Jatim mendatang.
Di antaranya, mengusulkan kepada partai koalisi, di antaranya Partai Gerakan Indonesia Raya), terkait beberapa figur yang didaulat menjadi calon gubernur.
Bendahara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Jatim, Agus Maimun mengatakan satu di antara figur yang diusulkan tersebut adalah Suyoto, Kader PAN yang kini masih menjabat Bupati Bojonegoro.
”Beliau menjadi salah satu yang kami komunikasikan bersama Gerindra,” ujar Agus ketika dikonfirmasi di Surabaya.
Pembicaraan tersebut juga sampai pada tahap pemilihan figur yang akan dipilih menjadi pendamping pria yang akrab disapa Kang Yoto ini.
”Kalau dari sisi kesanggupan dan kesiapan, Mas Yoto berani. Tinggal bagaimana dengan Gerindra, pasangan siapa, mekanisme pemenangan nya seperti apa. Ini yang masih dibahas,” ujar Ketua Fraksi PAN di DPRD Jatim ini.
Komunikasi tersebut, menurut Agus bukan hanya dilakukan di level pengurus daerah namun juga Dewan Pimpinan Pusat (DPP). “Justru lebih intensnya ada di DPP,” ujar Agus menegaskan.
Dari hasil komunikasi dengan Gerindra tersebut, PAN menyebut masih terbuka peluang membuat poros baru.
Lebih dari itu, partai berlambang matahari ini juga bisa menempatkan kadernya di posisi calon gubernur. ”Bicara peluang di politik itu, tidak ada di dalam politik yang tidak mungkin,” tukasnya.
Sekalipun, apabila berdasarkan pertimbangan politik, kursi 7 kursi PAN di DPRD Jatim masih kalah dengan Gerindra yang mempunyai 13 perwakilan di legislatif.
”Belum ada keputusan bahwa partai ini berada di posisi gubernur atau wakil gubernur. Pembahasan tersebut belum sampai rekomendasi soal itu,” lanjut Agus.
PAN melihat potensi untuk koalisi tersebut terbentuk masih besar, mengingat jumlah kursi kedua partai masih cukup untuk mendaftarkan calonnya secara resmi di KPU (minimal dukungan 20 kursi DPRD).
”Potensi ini memungkinkan mengingat partai yang belum (mengumumkan) ini kan masih cukup untuk berkoalisi. Jumlah kursinya masih cukup memungkinkan. Bahkan, termasuk PKS (Partai Keadilan Sejahtera),” imbuh Agus.
Hal ini pula yang menurut Agus, membuat PAN tak terburu-buru dalam mengambil sikap di pilkada.
Berdasarkan rapat koordinasi dengan DPP Kamis (21/12/2017) malam, DPP menyebut bahwa PAN akan mengeluarkan keputusan secara definitif di masa-masa akhir jelang pendaftaran calon gubernur awal Januari tahun depan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/suyoto-moreno_20171223_115556.jpg)