Road to Election
Berita Soal Fuad Amin Kembali Muncul Jelang Pilkada, Keluarga: Ini Pembunuhan Karakter
Jelang Pilkada di Bangkalan, sosok Fuad Amin yang kini jadi terpidana kasus korupsi kembali muncul di berbagai pemberitaan. Pihak keluarga pun protes.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Keluarga besar Fuad Amin Imron angkat bicara soal kembali maraknya pemberitaan tentang mantan Ketua DPRD Bangkalan yang kini berstatus terpidana kasus korupsi.
Pihak keluarga menilai, munculnya pemberitaan tersebut sangat bermuatan politis karena beredar tak jauh dengan launching pasangan calon bupati-wakil bupati Bangkalan, Abdul Latif Imron-Mohni (Salam).
"Mengapa pemberitaan ini harus muncul kembali setelah putusan inkrah (vonis Fuad Amin) ada sejak setahun lalu?" ujar adik Fuad Amin, Ra Imron Amin yang mewakili keluarga kepada Surya ketika dikonfirmasi dari Surabaya, Jumat (22/9/2017).
"Apalagi, berita ini muncul beberapa saat setelah kami melaunching pasangan Salam. Kami menilai hal ini syarat agenda politis," lanjut Imron.
Untuk diketahui, Fuad Amin merupakan terpidana korupsi Rp 414 miliar dan telah divonis 13 tahun penjara.
Untuk mempertangungjawabkan perbuatannya ini, mantan Bupati Bangkalan periode 2003-2013 ini telah dipenjara di lapas Sukamiskin.
Sementara itu, jelang pemilihan Bupati (Pilbub) Bangkalan tahun depan, tujuh partai telah sepakat mengusung Abdul Latif Amin Imron-Mohni (Salam).
Latif merupakan adik dari Fuad Amin yang juga menjabat Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bangkalan.
Dengan kata lain, Fuad Amin, Imron Amin, dan juga Latif Amin memiliki ikatan keluarga.
Di struktur legislatif, Latif juga menjabat Wakil Ketua DPRD Bangkalan.
Oleh karena itulah, pihak keluarga merasa sangat dirugikan atas kembali beredarnya pemberitaan tersebut.
"Kami dari pihak keluarga sangat dirugikan. Seakan-akan, berita ini memang dibuat untuk menjatuhkan salah satu kandidat," ujar Imron yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Bangkalan ini.
"Putusan dari pengadilan sudah ada sejak setahun lalu dan proses eksekusi penyitaan beberapa aset juga sudah berjalan. Mengapa harus kembali diungkit?" keluhnya.
Tak berhenti di situ, Imron juga menyesalkan adanya pemberitaan soal Fuad Amin yang bebas berkeliaran di luar lapas dan bahkan sampai di Bangkalan.
Fuad Amin disebut ikut memprakarsai proses launching pasangan Salam yang dilaksanakan pada Minggu (17/9/2017) di Lapangan Dajah, Bangkalan ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pasangan-latif-mohni_20170918_213502.jpg)