Berita Mojokerto
Polisi Selidiki Keracunan Massal 21 Siswa SD Mojokerto, Kirim Sampel ke Dinkes
"Proses penyelidikan akan kami lanjutkan dengan akan meminta keterangan pemilik warung untuk memastikan makanan penyebab keracunan dan motif adanya ke
Penulis: Sudharma Adi | Editor: Yoni
SURYA.co.id | MOJOKERTO - ADa peristiwa keracunan massal yang dialami 21 siswa SD Manduro II membuat polisi turun tangan.
Itu terlihat dengan adanya penyelidikan terhadap kasus keracunan ini.
Kanit Reskrim Polsek Ngoro, AKP Iwan Setiawan menjelaskan, polisi memang sudah meminta keterangan dari sekolah hingga siswa yang keracunan itu.
"Proses penyelidikan akan kami lanjutkan dengan akan meminta keterangan pemilik warung untuk memastikan makanan penyebab keracunan dan motif adanya keracunan," ujarnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Kamis (5/1/2016).
Tak hanya itu, polisi juga akan mengirim sampel makanan ke laboratorium Dinkes Kabupaten Mojokerto, untuk memastikan bahan makanan apa yang menyebabkan siswa keracunan.
Dari hasil pemeriksaan di lab itu, polisi bisa melihat apakah ada unsur kesengajaan atau kelalaian, sehingga banyak siswa yang keracunan.
"Kami memang masih menunggu hasil sampel yang kami kirim ke dinkes," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto, Didik Chusnul Yakin menambahkan, untuk mengetahui hasil uji lab itu, paling tidak butuh waktu 1-2 hari ke depan.
"Itu soalnya perlu diteliti di laboratorium dulu. Makanya, kalau sudah selesai, langsung disampaikan," pungkasnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA