Berita Mojokerto
Berawal dari Memasak, Fatma Temukan Kreasi Lukisan pada Talenan
PEREMOPUAN 25 tahun ini mengakui, kesukaannya melukis pada talenan itu berawal dari keinginan untuk melukis di media berbeda.
Penulis: Sudharma Adi | Editor: Parmin
SURYA.co.id | MOJOKERTO - Talenan tak hanya digunakan untuk papan memotong sayur dan daging saja.
Di tangan Diah Fatma, talenan bisa jadi media lukisan menarik untuk cenderamata dan hadiah ulang tahun.
Tak heran, dia lah satu-satunya pelukis di talenan di Mojokerto dan terjual di hampir seluruh Indonesia.
Di rumahnya di Jl Sersan Mustajab Kabupaten Mojokerto itu, beberapa lukisan pada talenan dipajang di meja ruang tamunya.
Lalu di bawah meja, ada beberapa talenan berbagai bentuk yang siap dilukis. Lukisan pada talenan itu rupanya sudah siap dikirim ke pemesan.
"Yang ada di sini adalah barang milik orang lain," ujarnya kepada Surya.co.id, Minggu (8/1/2017).
Perempuan berusia 25 tahun ini mengakui, kesukaannya melukis pada talenan itu berawal dari keinginan untuk melukis di media yang berbeda.
Sekira lima bulan lalu, dia berpikir keras untuk mewujudkan hal ini. Lalu, matanya tertumbuk pada ibunya yang saat itu sedang memotong sayur di atas talenan.
"Saat itu saya berpikir, bagaimana jika talenan itu saya lukis. Lagi pula, saya juga berpikir kado ultah apa yang unik untuk teman saya," ujar gadis yang lahir pada 16 Maret 1992 ini.
Melukis bukan hal baru baginya. Sebabnya, perempuan berjilbab ini adalah lulusan pendidikan seni rupa dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada 2010 lalu.
Setelah lulus, dia sempat menjadi guru seni rupa di sebuah SMP di Surabaya. Tak lama, dia mengikuti program sarjana mendidik di daerah tertinggal terluar, yakni di Kepulauan Talaud Sulut. Dia mengikuti program itu selama setahun, lalu balik ke Mojokerto.
"Saya lalu berencana ikut sekolah profesi guru di Jakarta pada enam bulan kemudian. Selama menganggur ini, saya fokus menggarap usaha unik ini," tutur gadis lajang ini.
Ketika menemukan ide lukisan pada talenan, dia mencoba berkreasi dengan beberapa jenis cat lukis. Dia lalu fokus melukis dengan aliran realisme dan kartun, yakni melukis objek wajah atau sosok manusia.
"Saya memakai cat air untuk melukis. Objeknya manusia. Karena awalnya untuk kado ultah, ya saya lukis wajah teman saya. Tak dinyana, kado itu direspon positif teman saya," paparnya sembari menegaskan bahwa kreasi ini baru dia yang menggarapnya di Mojokerto.
Selain itu, dia pun mencoba respon orang lain dengan mengunggah hasil kerajinannya di media sosial, seperti instagram.