Rabu, 8 April 2026

Berita Mojokerto

Dua Hari ini, Tim Penjinak Bom Sisir Gereja di Mojokerto

"Sterilisasi ini untuk mencegah aksi terorisme. Kami harus bisa memberi keamanan selama momen Natal dan Tahun Baru," ujar Kapolres Mojokerto Kota, AKB

Penulis: Sudharma Adi | Editor: Yoni
surya/sudarma adi
Tim penjinak bom (jibom) gegana Polda Jatim saat menyisir dan mensterilisasi ruangan Gereja Santo Yosep di Jl Pemuda, Rabu (22/12/2016). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Mendekati perayaan Natal dan Tahun Baru, pengamanan sejumlah Gereja di Kota Mojokerto dan wilayah Mojokerto utara diintensifkan.

Petugas kepolisian telah melakukan penyisiran dan sterilisasi di 35 gereja yang ada di wilayah kota dan Mojokerto Utara selama dua hari hingga Kamis (22/12/2016) besok.

Sterilisasi Gereja ini dilakukan tim penjinak bom (jibom) Gegana Polda Jatim dan Polres Mojokerto Kota.

Penyisiran pada Rabu (22/12/2016) itu difokuskan pada gereja-gereja yang dulunya pernah jadi sasaran bom.

Ada tiga gereja yang pernah jadi sasaran bom pada 2000, yakni Gereja Sidang Jemaat Pantekosta di Indonesia (GSJPDI) Eben Haezer di Jl Kartini, Gereja Allah Baik Jl HOS Cokroaminoto, dan Gereja Katolik Santo Yosep Jl Pemuda.

Untuk penyisiran di Gereja Santo Yosep, petugas dari tim jibom gegana menggunakan metal detektor dan detektor manual.

Mereka menyisir dan memeriksa setiap sudut ruangan, mulai altar, bangku umat hingga bagian luar gereja.
Penyisiran dan sterilisasi yang dilakukan di gereja itu dan gereja lainnya, tak menemukan barang atau benda mencurigakan.

"Sterilisasi ini untuk mencegah aksi terorisme. Kami harus bisa memberi keamanan selama momen Natal dan Tahun Baru," ujar Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Nyoman Budiarja kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Rabu (22/12/2016).

Proses sterilisasi yang dilakukan tim jibom ini akan berlangsung dua hari hingga Kamis (22/12/2016). Setelah itu, personel polisi akan berjaga di tiap gereja hingga perayaan Natal berakhir.

Jumlah personel polisi yang ditempatkan di tiap gereja bervariasi, tergantung pada sejarah ancaman bom yang pernah terjadi.

"Kalau rata-rata ada 4-7 polisi yang berjaga di tiap gereja mulai Kamis (22/12/2016). Namun untuk yang gereja yang pernah dibom, ada 7 polisi yang berjaga," paparnya.

Sedangkan adanya sterilisasi yang dilakukan jibom direaksi positif pengurus Gereja Santo Yosep.

Pastur paroki Gereja Santo Yosep, Romo Eko Wiyono menuturkan, dia dan umat Katolik berterima kasih atas pengamanan yang dilakukan tim jibom.

"Ya, tentu sangat berterima kasih dan ini sangat membantu kami. Dengan sterilisasi ini, umat bisa tenang menjalankan misa Natal," pungkasnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved