Minggu, 19 April 2026

Berita Mojokerto

Kota Mojokerto Punya Angka Harapan Hidup Tertinggi se-Jatim, ternyata setelah Terapkan Program ini

"kami memang punya beberapa program kesehatan yang digencarkan sejak zamannya Pak Gani (Wali Kota lama Abdul Gani).

Penulis: Sudharma Adi | Editor: Parmin
surya/sudarma adi
Pengerjaan saluran dan trotoar di Jl Gajah Mada yang nantinya ramah bagi lanjut usia (lansia) dan difabel. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Meski dari luas wilayahnya Kota Mojokerto adalah kota terkecil di Indonesia, namun kota ini cocok bagi penduduk lanjut usia (lansia).

Itu tak lepas dari klaim Pemkot Mojokerto, di mana angka harapan hidup di kota dengan tiga kecamatan ini paling tinggi se-Jatim, yakni mencapai 72,82 tahun.

Walikota Mojokerto, Masud Yunus menjelaskan, adanya angka harapan hidup yang tinggi itu tak lepas dari program kesehatan gratis.

"Kami memang punya beberapa program kesehatan yang digencarkan sejak zamannya Pak Gani (Wali Kota lama Abdul Gani). Pola hidup bersih dan sehat warga Kota Mojokerto tiap tahun juga semakin tinggi dan makin meningkat. Inilah yang menjadi indikator usia harapan hidup warga kami tertinggi di Jatim," terangnya kepada wartawan, Minggu (11/12).

Bahkan, dengan adanya data angka harapan hidup yang tinggi itu, kota ini lalu ditetapkan sebagai daerah yang memiliki penduduk dengan usia panjang se-Jatim.

"Untuk Jatim, tingkat harapan hidup kami adalah paling tinggi dibanding daerah lain," tambahnya.

Tak hanya dengan program kesehatan gratis saja, dia juga menilai bahwa program pendukung menjadi indikator kenaikan angka harapan hidup, seperti pengadaan taman lansia, Puskesmas Lansia di Wates, dan kelompok usaha bersama lansia.

"Selain itu, kami juga membuat trotoar lansia dan yang ramah bagi kaum difabel. Itu seperti di jalan Gajahmada dan Pahlawan, supaya kalau jalan tak tersandung atau terjerembab," paparnya.

Selain itu, meskipun angka harapan hidup tinggi, namun para lansia itu tetap diberi kegiatan agar bisa berguna bagi diri mereka sendiri.

"Terutama mereka yang sudah tak produktif, kami tampung di rumah lansia. Dengan demikian, mainset mereka akan berubah," tegasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Sosial (dinsos) Kota Mojokerto, Sri Mudjiwati menambahkan, dia terus memfasilitasi kaum lanjut usia ini. Pemberian layanan itu, sampai pada tingkat kantor pelayanan publik.
"Kami sudah ada layanan lansia di kantor-kantor pemerintah. Begitu pula dengan kaum difabel," tambahnya.

Agar layanan berjalan optimal, maka dinsos memberi petugas khusus yang melayani lansia dan difabel di kantor pemerintah.

"Petugas itu sudah mendapat pelatihan, sehingga lansia mendapat pelayanan khusus dari kami," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved