Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Bangkalan Madura

Taman Pendidikan Mangrove di Bangkalan Makin Ramai Pengunjung

#BANGKALAN - Pesisir Dusun/Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu, Pulau Madura yang awalnya gersang, kini mulai ramai pengunjung.

Tayang:
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Yuli
ahmad faisol
Pesisir Dusun/Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura yang awalnya gersang, kini mulai ramai pengunjung. 

Dalam kesempatan yang sama, mantan Rektor Universitas Diponegoro sekaligus pemerhati lingkungan, Prof Sudharto P Hadi hadir melihat langsung Taman Pendidikan Mangrove. Ia hadir bersama Dirut PHE, R Gunung Sardjono dan General Manager PHE WMO, Sri Budiyani.

"Sudah bagus, oksigennya juga bagus. Tapi harus lebih digalakkan lagi keberadaan taman ini. Biar masyarakat luas mengetahui kalau di sini ada taman pendidikan mangrove," ujar penyandang gelar doktor di School of Community and Regional Planning University of British Columbia itu.

Dengan begitu, lanjutnya, pengunjung yang datang bisa terinspirasi dengan keberadaan taman ini. Sehingga, akan bermunculan taman - taman pendidikan baru di Madura atau pun di daerah lainnya.

Pesona taman pendidikan itu, tak hanya terletak pada rimbunan pohon mangrove dan ground campingnya. Namun, para pengunjung bisa menyusuri hutan mangrove melalui jembatan kayu yang membelah pohob - pohon bakau itu. Para pengunjung bisa juga berlayar menggunakan kano atau pun perahu ke setiap pohon mangrove.

Di muara jembatan kayu sepanjang 400 meter itu, dipasang menara setinggi sekitar 10 meter. Tower yang baru saja rampung itu berfungsi untuk memantau aktifitas burung migran yang singgah mencari makan dan berkembang biak.

Peneliti Burung Independen, Iwan Londo yang tengah melakukan kegiatan Bird Bending (penandaan burung) mengemukakan, keberadaan hutan mangrove itu membuat ratusan bahkan ribuan burung migran dari Alaska dan Siberia dengan tujuan Australia singgah.

"Burung - burung itu pergi dari Alaska untuk mencari suhu yang lebih hangat. Karena itu, tempat ini sangat layak menjadi tempat persinggahan. Sejak sekitar tahun 2014," jelasnya.

Adapun jenis burung migran yang singgah di Taman Pendidikan Mangrove yakni burung Gajahan Pengala (Whimbrel Numenius/Phaeopus), Cerek (Plover, Charadrius SP), dan Trinil Kaki Merah (Common Redshank/Tringa Totanus).

Selain itu, burung pantai seperti Trinil Pantai (Common Sandpiper/Actytis Hypoleucos), burung air seperti Cangak Merah (Purple Heron/Ardea Purpurea) dan Kuntul Kecil (Litle Egret/Egretta Garzetta).

Sementara itu, Sekretaris Kelompok Tani Cemara Sejahtera, Syahril menjelaskan, pembangunan tower tersebut juga difungsikan sebagai tempat memantau dan mengantisipasi kegiatan penembakan burung secara liar.

"Sebelum taman ini, lokasi ini sangat akrab dengan para penembak burung. Namun sekarang sudah tidak ada karena mereka sudah sadar akan keberadaan taman ini," ujarnya. 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved